34 SMP Negeri Kekurangan Pendaftar, termasuk Sekolah Favorit

1035
Suasana PPDB online jenjang SMP di SMPN 1 Bukateja,Purbalingga. (Prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–PenerimaanPeserta Didik Baru (PPDB) gelombang pertama jenjang SMP di Purbalingga untuk tahun ajaran 2018/2019 secara online dengan sistem zonasi, Sabtu (30/06/2018) jam 11.00 WIBditutup. Dari 54 SMP Negeri yang menerapkan PPDB online ini, terdapat 34 SMP yang kekurangan pendaftar. Termasuk SMPN 1 Purbalingga yang merupakan sekolah favorit.

Total jumlah pendaftar pada 54 SMP Negeri se Purbalingga 9.520 siswa. Daya tampung yang tersedia 10.504 siswa baru. Artinya, masih kekurangan 984 pendaftar yang tersebar pada 34 SMP Negeri se Purbalingga.

“Bagi SMP yang kekurangan jumlah pendaftar, kami persilahkan untuk membuka pendaftaran dengan sistem offline selama dua hari, 2-3 Juli. Namun jika ada sekolah yang kekurangannya sedikit, kemudian tidak membuka pendaftaran offline, ya tidak apa apa. Keputusannya saya serahkan ke sekolah masing-masing,”ujar Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Joko Supriyadi, kepada koranbernas.id di kantornya, Sabtu (30/06/2018).

Joko berharap, semua lulusan SD/MI tahun 2017/2018 di Purbalingga  melanjutkan  ke SMP maupun MTs, baik negeri maupun swasta.

“Bagi lulusan SD/MI yang belum mendaftar, silahkan mendaftar ke sekolah terdekat yang jumlah kuotanya belum terpenuhi. Lulusan SD/MI tahun 2017/2018 Purbalingga tercatat 15.631 orang. Bagi yang tidak tertampung pada 54 SMP Negeri, kami berharap bisa tertampung di SMP swasta maupun MTS negeri dan swasta,” harapnya.

Pendaftaran PPDB online dengan sistem zonasi jenjang  SMP di Purbalingga berlangsung selama tiga hari. Dibuka hari Kamis(28/6) jam 07.00, dan ditutup Sabtu (30/6)jam 11.00 WIB. Dari 54 SMP Negeri se Purbalingga yang menerapkan sistem baru ini, kuota daya tampung keseluruhan 10.504 siswa. Namun hingga penutupan pendaftaran,jumlah pendaftar hanya 9.520.

Dalam hal ini, lanjut Joko Supriyadi, ada 34 SMP yang kekurangan jumlah pendaftar merata tersebar di 18 kecamatan. Jumlah kekurangan itu bervariasi, ada yang kurang satu pendaftar hingga ratusan pendaftar. Bahkan, SMPN 1 Purbalingga kekurangan 11 pendaftar.

Selain SMPN 1 Purbalingga, sekolah lainnya yang kekurangan jumlah pendaftar diantaranya SMPN 3 Kemangkon, SMPN 4 Kemangkon, SMPN 2 Bukateja, SMPN 2 Kejobong, SMPN 3 Pengadegan, SMPN 2 Kaligondang, dan SMPN 4 Purbalingga.

SMPN 2 Purbalingga Membludak

Kebalikan dari 34 SMP yang kekurangan jumlah pendaftar itu, di SMPN 2 Purbalingga, jumlah pendaftar membludag. Dari kuota 254, jumlah pendaftar tercatat 286 dan jumlah peminat 757. SMPN 2 Purbalingga pada PPDB kali ini, merupakan sekolah favorit dengan jumlah peminat paling banyak.

Joko Supriyadi mengatakan pihaknya berupaya mengedepankan transparansi dalam PPDB kali ini, sehingga layanan pendidikan semakin meningkat.

“Di sisi lain,kami juga mengucapkan terima kasih kepada PT Telkom  yang telah mendukung program ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Purbalingga, Drs Runtut Pramono,M.Pd yang dihubungi mengatakan, meski SMPN 1 Purbalingga kekurangan jumlah pendaftar, pihaknya tidak akan membuka pendaftaran gelombang dua atau offline.

“Kami hanya kekurangan 11 siswa dari kuota 288, dan pendaftar 277. Kami akan berdayakan 277 siswa baru itu semaksimal mungkin, sehingga kelak lulusannya berkualitas. Untuk itu, kami tidak akan membuka pendaftaran offline,”ujar Runtut Pramono. (SM)