Sastra Jawa Perlu Terus Didukung

335
Pertemuan antara penulis atau pengarang sastra Jawa yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul. (Sari Wijaya/KoranBernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sebanyak 75 pengarang Sastra Jawa mengikuti sarasehan dan pertemuan di Ayta Kafe, Selasa (24/10) siang. Mereka berdiskusi tentang banyak hal untuk perkembangan sastra Jawa yang mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul.
Ketua Panitia Bambang Nugroho mengatakan dengan adanya sarasehan dan temu pengarang sastra Jawa ini diharapkan muncul ide-de cerdas, bervariasi dan segar.
“Tentunya agar semakin memberdayakan para sastrawan Jawa,” kata Bambang yang juga pengarang sastra Jawa tersebut.
Ditambahkan Bambang, munculnya ide-ide cerdas dari para pengarang sastra Jawa akan memberikan sumbangsih bagi pendidikan budi pekerti serta karakter bangsa. Hal itu karena dari bacaan yang bermutu tadi bisa diambil nilai-nilai yang bermanfaat bagi para pembacanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Sunarto, mengatakan di Kabupaten Bantul sendiri banyak terdapat pengarang sastra Jawa yang mumpuni.
“Karya mereka banyak dibaca atau ditemui di berbagai media massa berbahasa Jawa, baik itu majalah, buletin maupun harian. Namun banyak pengarang yang berkiprah di luar Bantul sehingga gaungnya hampir tidak pernah terdengar di Bantul,” ujar Sunarto.
Bahkan terkadang antar pengarang di Bantul sendiri pun belum pernah bertemu. Lewat wahana pertemuan yang digagas Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul tersebut diharapkan menjadi ajang untuk saling bertukar ide atau pemikiran dan diharapkan membuka jalan terbentuknya forum yang mewadahi para pengarang tersebut.
“Ini juga sebagai media untuk saling ngaruhke sehingga bisa memotivasi satu sama lain untuk bisa lebih produktif lagi dalam menulis,” tambahnya.
Diharapkan karya sastra Jawa ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat Bantul utamanya dalam pelestarian serta pengembangan bahasa Jawa.
“Walaupun dalam satu sisi terkendala karena keterbatasan media bahasa Jawa untuk publikasi kaya-karya tersebut,”katanya. Namun hal itu hendaknya jangan sampai menjadi penghalang bagi para pengarang Jawa untuk terus berkarya. (ros)