Ada Pernyataan “Kita Harus Bergerak” di Puncak Milad IMM

428
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dan sejumlah tokoh penting menghadiri Puncak Milad Akbar ke-54 IMM, Rabu (14/03/2018) malam, di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Ribuan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) perwakilan dari seluruh Indonesia, Rabu (14/03/2018) malam, berkumpul di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Mengenakan jaket kebesaran mereka, anak-anak muda dari berbagai kampus tersebut secara khusus datang guna menghadiri puncak Milad Akbar ke-54 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Tak hanya dihadiri sejumlah tokoh nasional, karangan bunga kiriman dari sejumlah pejabat negara setingkat menteri, tokoh-tokoh penting maupun dari organisasi mahasiswa, tampak berderet-deret di area depan sportorium.

Di antara keriuhan, terdengar kalimat berisi  seruan untuk melakukan perubahan. Sepertinya itulah gemuruh suara hati kerinduan dari anak-anak muda yang menginginkan perubahan.

“Kita harus bergerak nyata dengan langkah nyata. Kita sudah ikrar untuk berjihad, fastabiqul khairat di tengah karut marut bangsa dan kondisi global, di tengah gempuran kapitalisme yang masuk sampai relung jiwa dan harus kita bendung,” ungkap Imam Mahdi, Ketua Panitia Milad ke-54 IMM.

Dalam sambutan singkatnya kali ini, dia menegaskan langkah ke arah perubahan tetap harus berpegangan pada Pancasila, serta semua kader IMM harus mampu memberi solusi bagi bangsa.

Menurut dia, kebangkitan Indonesia tidak lepas dari peran guru, para politisi muda maupun anak-anak muda yang ditopang oleh ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan faktor keamanan negara.

Kemeriahan Puncak Milad Akbar ke-54 IMM, Rabu (14/03/2018) malam, di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Aset bangsa

Dalam sambutannya, Rektor UMY Gunawan Budiyanto mengatakan, IMM merupakan aset Muhammadiyah yang sangat berharga. Anggota organisasi ini harus memberikan manfaat bagi bangsa dan negara, jangan sebaliknya ibarat buih di tengah lautan atau serupa debu diterpa angin.

Gunawan Budiyanto kemudian menyemangati mereka supaya memperkuat jaringan sehingga mampu bergerak di segala lini. “IMM harus bisa mencetak generasi yang tidak mudah mengeluh. IMM perlu banyak berbicara di kancah internasional,” ungkapnya.

Sependapat, Dahlan Rais dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga berpesan, jadilah manusia yang tertib dan teratur sehingga mampu mengelola organisasi secara tertib dan teratur pula.

Menyampaikan orasinya secara berturut-turut, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo maupun Ketua MPR RI Zulkifli Hasan juga menaruh harapan IMM mampu mewarnai kancah demokrasi di Indonesia.

Yang terpenting, mereka tidak boleh menutup mata atas munculnya ideologi yang ingin mengganti Pancasila. Seluruh anggota organisasi ini harus mampu menangkal  serangan-serangan moral dari luar negeri.

Apalagi serangan itu tujuannya untuk merusak moral bangsa agar mereka dengan mudah menguasai sumber daya alam Indonesia yang melimpah.

“Kita tidak boleh berdiam diri. IMM harus menjadi tenda besar yang merangkul semua kelompok guna membangun solidaritas bangsa. Saatnya IMM dikelola secara modern dan memperluas jaringannya,” kata Bambang. (sol)