Camat Harus Bisa Jadi Figur Panutan

328

KORANBERNAS.ID – Camat Bambanglipuro Drs Anom Adianto BSc mengatakan suasana yang kondusif di wilayah ini harus terus dijaga. Situasi yang tenteram menjadikan segala program pemerintah dan aspirasi masyarakat bisa terlaksana sesuai harapan.

“Ini menjadi salah satu tugas saya, agar Bambanglipuro senantiasa hidup dalam kerukunan,” kata pria kelahiran Curup Bengkulu 58 tahun silam tersebut, di kantornya.

Langkah yang dilakukan adalah dengan membuka kran komunikasi dengan semua pihak dan selalu berkordinasi dengan jajaran Muspika. Dengan demikian, semua program pemerintah kecamatan bisa tersampaikan dengan baik ke masyarakat  dan memperoleh dukungan semua pihak.

“Tanpa adanya dukungan dari semua, tidak mungkin  program yang sudah kita susun bisa terlaksana dengan maksimal,” kata suami Tri Murdianani SE MM, Kabid Perindustrian, Dinas koperasi, UKM dan Perindustrian tersebut.

Selain itu, sebagai sosok yang dituakan di Bambanglipuro, alumni UII tahun 1987 ini harus bisa menjadi figur panutan. Maka segala tindakan, ucapan dan program  yang dibuat semua didedikasikan untuk kepentingan masyarakat tanpa membeda-bedakan.

Dengan merangkul semua elemen, menurut ayah dari Adityansyah Kaspayova dan Chandratyansyah  Kaspayova tersebut, roda pemerintahan di Bambanglipuro akan berjalan harmonis dan selaras.

Tidak hanya kerukunan, pria yang memulai karier abdi negara di Disnaker Kabupaten Sintang Kalimantan Barat itu juga bertekat untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki Bambanglipuro.

Potensi yang tumbuh dan berkembang itu semua muaranya demi kesejahteraan  dan menekan angka kemiskinan.

“Kita kembangkan semua potensi yang ada, termasuk potensi ekonomi. Misalnya olahan telur  asin dan ternak itik di Sumbermulyo, Gayam di Mulyodadi dan aneka olahan Pisang di Sidomulyo. Kita harus mendukung dan mendampinginya,” tambah pria yang pernah menjabat sebagai Camat Srandakan dan Camat Sanden itu.

Camat Anom saat ini sedang berpikir keras membuat showroom terpadu untuk memajang produk dari Bambanglipuro. Hal ini sangat strategis karena wilayah Bambanglipuro dilintasi dua jalur wisata yakni Jalan Samas dan Jalan Parangtritis.

“Saya sedang memikirkan bagaimana potensi tadi bisa terwadahi dalam showroom sehingga memudahkan orang manakala akan mencari produk dari Bambanglipuro,” katanya.

Apa yang dipikirkan ini jawaban atas peluang yang sangat besar, mengingat sebentar lagi NYIA (New Yogyakarta International Airport) Temon Kulonprogo beroperasi. Harapannya gagasan kawasan selatan jadi ‘wajah’ DIY seperti dicita-citakan Sultan HB X segera terealisasi.

“Kita harus menangkap peluang itu. Sehingga mari kita bergandengan tangan mewujudkanya,” katanya. (sol)