Delapan Perangkat Daerah di Sleman Dinilai KID Belum Maksimal Terapkan PPID

245
KID DIY melakukan kunjungan dan pendampingan PPID di Kecamatan Moyudan dan Kecamatan Minggir, Kamis (7/12/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–KID DIY melakukan kunjungan dan pendampingan PPID dua Perangkat Daerah yang ada di Kabupaten Sleman, yakni Kecamatan Moyudan dan Kecamatan Minggir, Kamis (7/12/2017).

Selain 2 kecamatan tersebut, Dinas Kebudayaan, Bappeda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kecamatan Sleman, Dinas Pemuda dan Olahraga, dan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, juga akan menerima kunjungan dan pendampingan dari KID DIY pada Selasa (12/12/2017) dan Kamis (14/12/2017).

Menurut Suharnanik Listiana selaku Komisioner KID DIY, ada tiga pertimbangan KID DIY dalam memilih 8 Perangkat Daerah di Sleman pada pendampingan awal ini. Pertimbangan pertama, terkait hasil monitoring dan evaluasi tahun 2017 pada Perangkat Daerah di Sleman yang menurut Nanik ada beberapa yang nilainya perlu ditingkatkan dengan sentuhan khusus, seperti pendampingan ini.

“Yang kedua, untuk OPD yang tahun kemarin masuk nominasi, tahun ini koq tidak. Jadi kita pengin menggali masalahnya apa, sehingga harapan kami kaitannya dengan pelayanan informasi sudah bisa ditingkatkan kembali,” ungkap Nanik.

Tak hanya itu, KID DIY juga memfokuskan pada OPD baru atau OPD yang awalnya bergabung kemudian berpisah.

“Seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tahun kemarin gabung tahun ini pisah. Mereka tidak masuk nominator sehingga kendalanya apa kami tahu. Termasuk OPD baru, tata ruang itu kan OPD baru itu perlu ada pendekatan dari awal sehingga benar-benar tertata PPID-nya,” jelas Nanik.

Nanik menyampaikan melalui pendampingan kepada 8 Perangkat Daerah di Sleman ini, KID DIY dapat mengetahui kendala yang dihadapi oleh kedelapan Perangkat Daerah tersebut sehingga pada akhirnya bisa memberikan masukan langsung baik itu tentang websitenya maupun kebutuhan informasi secara online atau secara langsung.

“Harapannya setelah hasil pendampingan ini selesai, kita akan menyampaikan ke PPID utama di Kabupaten Sleman tentang porsi mana yang menjadi tanggungjawab PPID utama dan porsi mana PPID pembantu sekaligus catatan apapun sehingga ada perubahan,” tutur Nanik.

Kecamatan Moyudan sendiri sebagai kecamatan pertama yang menerima kunjungan dan pendampingan mengungkapkan apresiasinya terhadap KID DIY. Kecamatan Moyudan melalui Wawan Widiantoro selaku Sekretaris Camat menyatakan kesanggupannya menyajikan data maupun fakta berkaitan dengan implementasi keterbukaan informasi publik yang ada di Kecamatan Moyudan.

“Saya Sekcam selaku PPID di Kecamatan Moyudan akan menyajikan fakta yang apa adanya dan bisa dilihat langsung dan tentunya ada kekurangan-kekurangan nanti kita menyadarinya dan kami akan segera siap memperbaiki demi terwujudnya akses informasi kepada masyarakat yang lebih baik,” terang Wawan.

Wawan juga membeberkan bahwa selama ini Kecamatan Moyudan tidak melulu menggunakan sisi formil prosedural dalam proses pemberian informasi kepada masyarakatnya.

“Kecamatan Moyudan pertama-tama harus dipahami sebagai masyarakat yang masih pedesaan, salah satu ciri masyarakat pedesaan adalah rekatnya hubungan kekeluargaan, bersifat paguyuban, sehingga ini juga membutuhkan treatment atau metode pelayanan spesifik paguyuban,” ungkap Wawan.

Karena sifatnya yang masih menjunjung tinggi adat pedesaan, Wawan menyampaikan bahwa masyarakat Moyudan sangat terbiasa melakukan komunikasi berbagai hal termasuk program-program pemerintah, keluhan pengaduan dari masyarakat dalam forum-forum paguyuban khas masyarakat petani dan pedesaan.

Meski demikian, diakui Wawan, masyarakat Moyudan juga terbuka terhadap perkembangan teknologi dan informasi. Salah satu Desa yang telah menggunakan kemajuan teknologi dan informasi dalam proses pelayanannya adalah Desa Sumber Rahayu.

“Desa menerapkan sistem WA (WhatsApp-red) untuk segala pengurusan administrasi desa, cukup dengan mengirim WA saja,” lanjut Wawan.

Proses pelayanan menggunakan WA ini menurut Wawan sudah disosialisasikan pihaknya hingga ke level RT dan RW. Hal ini tak lain karena Wawan ingin perkembangan teknologi informasi dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warganya. “Kita ambil positifnya dan mengurangi dampak negatifnya terutama bagi remaja dan pemuda,” kata Wawan.(SM)