Ingin Tahu Sejarah Kampus Tertua ? Datang Saja ke Museum UGM

415
Ruang Pamer Sardjito di Museum UGM, (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID –Ingin mengetahui seluk beluk dan sejarah UGM ? Datang saja ke Museum UGM. Museum yang diresmikan lima tahun silam, tepatnya 19 Desember 2013 di Blok D6 dan D7 Bulaksumur tersebut tak hanya menyimpan segudang info tentang sejarah Kampus Biru, termasuk perannya dalam peradaban bangsa Indonesia.

Sebagai kampus tertua di Indonesia, UGM tentu memiliki sejarah panjang perjalanannya dalam mendidik putra-putra bangsa beserta ragam inovasi yang sudah dihasilkan yang tidak hanya bermanfaat bagi kampus namun juga keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semua itu bisa ditemukan dalam 327 koleksi bendawi maupun bermacam koleksi arsip, kliping koran, tanda jasa, panji-panji, pakaian, medali dan karya teknologi serta koleksi foto dan karya para rektor yang dipamerkan di dua rumah bekas rumah dinas dosen tersebut.

Museum ini terdiri dari dua ruang pamer, yakni D6 dan D7,” papar Dr Mahirta MA, Ketua Museum UGM di museum setempat, kemarin.

Dijelaskan Mahirta, Ruang Pamer D6i terdiri dari Ruang Pamer Utama yang memamerkan perjalanan UGM beserta replika roket karya mahasiswa Teknik UGM. Di ruang itu juga terdapat Ruang Pamer Prof Sardjito yang menampilkan sejarah dan hasil karya rektor pertama UGM itu.

Selain itu Ruang Pamer Ki Sarmidi Mangunsarkoro yang menampilkan sejarah dan penghargaan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan di era Kabinet Hatta II (1949-1950). Sarmidi juga menjadi salah seorang tokoh yang berperan dalam lahirnya UGM. Di sebelahnya terdapat Ruang Pamer Prof Dr Ir Herman Johannes yang menampilkan hasil karya teknologi dan atribut yang pernah digunakan salah satu rektor UGM tersebut.

Di ruang pamer tengah, terdapat beberapa hasil karya Guru Besar Fakultas Teknik UGM sekaligus pemilik nomor mahasiswa 001, Prof Ir Hardjoso Prodjopangarso. Rektor UGM periode 1981-1986 pernah menemukan keberadaan manusia Flores atau Homo floresiensis. Di ruang yang sama terdapat karya encetus lahirnya Fakultas Filsafat UGM yang juga tokoh lahirnya UGM, Prof Notonegoro serta Prof Dr Mubyarto, tokoh penggagas konsep Ekonomi Pancasila.

Bekas kamar tidur mantan Presiden AS, Barack Obama di Ruang Pamer D7 Museum UGM. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Sementara Ruang Pamer D7 terdiri dari Ruang Pamer Tengah yang menampilkan sejarah sejumlah tokoh UGM seperti pelopor pengerahan mahasiswa ke daerah terpencil dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sekaligus rektor UGM periode 1986-1990, Prof Koesnadi Hardjosoemantri dan tokoh Menwa UGM, Djoko Prasetyo.

Selain itu Ruang Pamer Karya Teknologi yang menampilkan replika Roket Persatuan Roket Mahasiswa Indonesia (PRMI) yang diluncurkan pertama kali di Sanden, Bantul pada 24 Agustus 1963 serta prototipe Nano Satelite yang merupakan karya mahasiswa UGM bekerjasama dengan LAPAN dan beberapa universitas lainnya. Tak ketinggalan di ruang itu menampilkan Ruang Pamer Reformasi, Ruang Pamer Depan dan Ruang Obama yang menampilkan dipan atau tempat tidur mantan presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama.

Kami terus melakukan konservasi dan restorasi terhadap koleksi-koleksi yang ada. Kami telah mengajukan bantuan dana di Ditjen Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud dan telah disetujui untuk revitalisasi tahun ini. Pengajuan sekitar Rp3 miliar, sudah disetujui tetapi rinciannya belum tahu,” paparnya.

Pengurus Museum UGM, Dra Djaliati Sri Nugrahani Dia menambahkan, museum itu akan ditambah fasilitas terutama di belakang bangunan. Revitalisasi tata pamer juga dilakukan untukmenarik minat pengunjung.

Saat ini pengunjung rata-rata sehari yang mengunjungi museum sekitar 5 hingga 10 orang. Museum itu buka dari pagi hingga pukul 15.00 WIB,” imbuhnya.(yve)