Muncul Rumah Baru di Jalan Menuju Makam

335
Jalan menuju Makam Muslim PDHI di Banyakan, Sitimulyo Piyungan Bantul sudah dikeraskan oleh pemerintah. Tinggal akses 20 meter lagi harus disiapkan PDHI. Sayang masih ada kendala. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Makam khusus untuk kaum muslimin dan muslimat di Dusun Banyakan Desa Sitimulyo Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul yang dipersiapkan oleh pengurus Persaudaraan Djamaah Haji Indonesia (PDHI) dalam waktu tidak lama lagi terwujud.

Makam seluas 4.200 meter persegi tersebut merupakan tanah wakaf jamaah. Salah satu kendalanya adalah, salah seorang pemilik tanah menuju makam tidak bersedia menjual tanahnya. Padahal itu sangat penting bagi PDHI untuk membuka jalan menuju makam.

“Sekarang pemiliknya sudah meninggal. Oleh anaknya akan dijual,” kata H Purwadi, seorang pengurus Bidang Tarbiyah/Pondok Pesantren dalam laporannya pada rapat pengurus PDHI, Jumat Legi (20/07/2018) di Gedung PDHI.

Apalagi pemerintah telah melakukan pengerasan jalan menuju makam sehingga akan memuluskan usaha PDHI meneruskan akses jalan sampai makam. Akan tetapi ternyata pemiliknya menawarkan harga Rp 750.000 per meter persegi.

Harga itu dinilai tidak wajar untuk ukuran tanah pegunungan seperti lokasi makam muslim tersebut. Menurut H Purwadi, Ketua RT setempat bersedia membantu melakukan pendekatan kepada pemiliknya yang dinilai merusak harga pasaran.

Drs H Djuanda YHS. (arie giyarto/koranbernas.id)

Padahal menurut Sekretaris Umum PDHI Drs H Djuanda YHS yang memimpin rapat menjawab pertanyaan koranbernas.id, akses jalan menuju makam tinggal 20 meter saja.
Memang kontur tanahnya berbukit yang harus berbentuk terasering. Sebenarnya, kalau ada warga muslim setempat yang meninggal dan akan dimakamkan di sana pun sudah bisa. Hanya saja harus di bawah koordinasi PDHI.

Di perlintasan tanah yang dikeraskan oleh pemerintah kini sudah muncul empat rumah baru. Menurut Purwadi, diprediksikan setelah makam jadi, kawasan itu akan bertambah ramai.

Pada kesempatan itu juga dilaporkan berbagai proyek pembangunan yang sudah dan akan dilaksanakan oleh PDHI. Tersebar di berbagai wilayah, antara lain Islamic Center di Pleret Bantul, Madrasah Ibtidaiyah di Panggang dan TK di Playen Gunungkidul. Sedangkan pesantren berada di Turi serta di Godean Sleman.

Akses jalan masuk dari Kids Fun ke selatan cukup mulus. (istimewa)

Ketua Umum PDHI Drs H Sunardi Syahuri menjelaskan, PDHI akan membangun Rumah Sakit Islam PDHI di Gunungkidul. Sudah ada dana terkumpul Rp 300 juta, masih sangat terbuka bagi umat Islam yang akan membantunya. Juga berbagai usaha yang akan dilakukan membenahi kepengurusan PDHI Kabupaten Kulonprogo agar bersemangat lagi.

Pengajian keliling Ahad Pon bulan ini akan berlangsung di Masjid An Nur, Menyono Karangpakel Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten. Masjid tersebut sebenarnya milik sekolah. Tetapi karena masyarakat setempat banyak yang menggunakannya maka perlu diperluas.

Seperti pada pengajian keliling lainnya, PDHI membantu penggalangan dana. Jumlah infak pengajian PDHI Jumat ditambah infak pengajian pengurus terkumpul Rp 2,3 juta lebih akan menjadi pancingan pengumpulan dana. Sedang Jumat Legi berikutnya pengajian akan dilakukan di masjid pantai Wediombo Gunungkidul. (sol)