Pelajar dan Tokoh Masyarakat Sinau Pancasila

189
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menjadi narasumber Sinau Pancasila di Pendopo Kecamatan Wates Kulonprogo, Selasa (10/04/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID –  Sejumlah 100 pemuda, pelajar serta tokoh masyarakat, Selasa (10/04/2018), mengikuti kegiatan Sinau Pancasila.

Acara yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Wates Kulonprogo kali ini dihadiri dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Badrun Alaina, Kepala Kesbangpol DIY, Agung Supriyanto serta Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto.

Selaku narasumber, Eko Suwanto, mengakui kondisi kebangsaan saat ini sedang dihadapkan pada hiruk pikuk dan kegaduhan politik. Karena itu, rakyat Indonesia perlu terus berpegangan pada ideologi bangsa, Pancasila.

“Pancasila harus terus menjadi bintang penuntun yang memberikan pedoman bagi bangsa Indonesia bergerak ke arah depan mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan,” ungkapnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY dapil Kota Yogyakarta ini menyatakan pendiri bangsa telah memberikan keteladanan berpolitik dan bernegara.

“Pancasila harus menjadi panduan kita semua baik dalam kehidupan sehari-hari maupun bagi pemda untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Indonesia sebagai entitas dari berbagai suku bangsa, memiliki beragam perbedaan baik dalam bahasa, kebudayaan dan sikap hidup.

Perbedaan dalam negara kesatuan di nusantara ini seharusnya bisa membawa sikap kebangsaan dan saling menghormati antar-budaya.

“Sangat tepat jika kita menjalankan implementasi Bhinneka Tunggal Ika menjadi modal sosial. Ayo gelorakan Pancasila dan sikap hidup saling menghormati sesama warga bangsa. Dengan keadaan dan kondisi sosial yang baik, insya Allah pembangunan bisa dilaksanakan dengan baik. Pembangunan yang adil akan membuat kondisi sosial menjadi baik,” kata Eko Suwanto.

Melalui program bina ideologi dan wawasan kebangsaan Sinau Pancasila ke seluruh kecamatan di DIY, ada harapan pola pemahaman ideologi bangsa bisa diajarkan dan jadi wacana publik.

Dia menegaskan, pendidikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika mutlak diperlukan bagi masyarakat, pelajar dan pemuda. Ke depan, Indonesia butuh banyak keterlibatan dan peran serta masyarakat untuk membangun sikap mental saling menghargai.

“Indonesia sekarang tengah berhadapan dengan beragam tantangan, ada dan nyata di depan kita semua. Pendidikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus digelorakan, diiringi sikap keteladanan dari para pemimpinnya.,” tambahnya.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY ini mencatat, pada beberapa waktu terakhir di DIY ada beragam kasus dan peristiwa intoleransi, ancaman radikalisme, individualisme, aksi terorisme hingga konflik sosial.

Selain itu, deteksi dini juga harus diperkuat serta ke depan pemda perlu didorong untuk koordinasi dengan aparat penegak hukum secara lebih baik lagi.

“Berbagai ancaman bangsa bisa kita hadapi dengan semangat gotong royong dan tentu saja penegakan hukum,” kata Eko Suwanto. (sol)