Ratusan Siswa Demo Tuntut Kepsek Mundur

352
Bhabinkamtibmas Desa Bantul, Bripka Winardi meminta siswa yang demo untuk masuk ke sekolah SMP Muhammadiyah 1 Bantul, Kamis (11/01/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Ratusan siswa VIII dan IX SMP Muhammadiyah 1 Bantul menggelar aksi unjuk rasa di sekolah Jalan Gajah Mada atau selatan Lapangan Paseban, Kamis (11/01/2018). Mereka meneriakkan agar Kepala Sekolah Istianah Mahmudah mundur dari jabatan ya dan meminta transparansi penggunaan anggaran di sekolah tersebut.

Awalnya siswa terlihat bergerombol di seberang sekolah dan mendapat pengamanaan dari aparat kepolisian. Karena situasi semakin ramai dan tidak kondusif, akhirnya petugas bersama Bhabinkamtibmas Desa Bantul Brikpa Winardi menggiring para siswa untuk masuk ke lingkungan sekolah.

Di dalam sekolah siswa membentangkan spanduk serta kembali menyuaraan aspirasi mereka. Saat perwakilan sekolah, Mujidi mengambil pengeras suara dan menyaatakan aspirasi akan diakomodir, kembali siswa bertertiak riuh. Bahkan terlihat ada siswa yang melempar botol kosong minuman kemasan dari lantai 2 sekolah tersebut. Sehingga pihak sekolahpun memutuskan siswa kelas IX dipulangkan dan kelas lain tetap melaksanakan KBM.

“Kami menggelar aksi bukan yang pertama, tapi sebelumnya sudah pernah juga dua kali. Kami meminta transparansi penggunaan anggaran sekolah,” kata seorang siswa yang enggan disebut namanya.

Sebab untuk biaya SPP mereka setiap tahun naik, namun saat ada kegiatan apapun selalu dibebankan kepada siswa dan kembali membayar. Maka merekapun mempertanyakan penggunaan anggaran di sekolah tersebut.

Ratusan siswa SMP Muhammadiyah 1 Bantul menggelar aksi unjuk rasa di sekolah Jalan Gajah Mada,Kamis (11/01/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

Namun Mujidi saat hendak dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau masalah tersebut adalah urusan internal sekolah.

“Ini merupakan sekolah milik Muhammadiyah. Masalah ini adalah masalah internal kami,”katanya. Dirinya enggan memberikan keterangan apapun kepada wartawan. Begitupun kepala seklolah, Istianah Mahmudah juga tidak mau menemui siswa yang mendemo dan juga tidak menemui wartawan.

Dikonfirmasi terpisah, Asek III Pemkab Bantul Drs Totok Sudarto mengatakan apa yang terjadi di sekolah Muhammadiyah tersebut hendaknya bisa diselesaikan secara internal.

“Saya berharap masalah ini agar diselesaikan, dan ada pembicaraan semua pihak. Jangan sampai masalah pendidikan di sekolah menjadi terganggu,” ujarnya. (yve)