Sang Camat pun Jadi Cantrik

252
Salah satu adegan pergelaran wayang orang dengan lakon Endang Werdiningsih, Kamis (10/08/2017) malam, di Kantor Kecamatan Mlati. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — ADA yang unik dari Pergelaran Wayang Orang atau Wayang Wong dengan lakon Endang Werdiningsih di Kantor Kecamatan Mlati, Kamis (10/08/2017). Ini karena Camat Mlati, Drs Suyudi, ikut menjadi pemain.

Malam itu, sang camat berperan sebagai cantrik. Biasanya, dalam pementasan wayang orang, cantrik yang bisa diartikan murid, selalu disuruh-suruh oleh gurunya.

Bagi Suyuti, peran seperti itu juga penting. Dengan kata lain, meski tidak segagah memerankan seorang raja, misalnya, tapi maknanya sangat luhur. Seorang cantrik sudah seharusnya selalu taat dan menuruti perintah sang guru.

Di sela-sela pementasan yang diselenggarakan dalam rangka peringatan HUT ke-72 Republik Indonesia itu, dia menyatakan mendukung penuh seluruh bentuk kesenian yang ada di wilayahnya.

“Kegiatan positif seperti berkesenian ini mampu menjauhkan generasi muda dari perilaku menyimpang. Ini juga untuk sarana hiburan masyarakat. Kalau tidak ada hiburan ini kan anak-anak kita padha nglithih ya,” jelas Suyudi.

Acara tersebut merupakan upaya Pemerintah Kecamatan Mlati untuk melestarikan kesenian dan budaya tradisional yang mulai ditinggalkan generasi muda.

Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes yang  hadir pada acara tersebut mengapresiasi terselenggaranya pergelaran yang sudah mulai susah dijumpai tersebut.

Dia sepakat, kesenian tradisional memiliki kandungan nilai-nilai luhur serta mampu membangun karakter, terlebih untuk generasi muda. Kesenian tradisional, seperti wayang orang, sudah sangat susah ditemui karena banyaknya budaya baru bahkan budaya asing yang masuk di tengah-tengah masyarakat.

“Ini hiburan yang langka. Maka tolong Bapak dan Ibu yang membawa anaknya supaya mau menjelaskan adegan yang kita lihat. Karena (pertunjukan) ini penting untuk membangun karakter anak-anak kita,” terang Sri Muslimatun.

Pemerintah Kecamatan Mlati rencanaya akan menggelar kegiatan tersebut secara rutin setiap tahun. Acara tersebut merupakan kerja sama dengan Sanggar Tresna Budaya Manunggal pimpinan Yati Pesek serta kolaborasi dengan Sanggar Seni Gita Gilang. (sol)