Uang Hasil Kejahatan Dipakai Foya-foya

283
Penjambret spesialis emak-emak dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolsek Sewon, Jumat (05/01/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Jajaran Reskrim Polsek Sewon dengan didukung Tim Resmob Polres Bantul berhasil mengungkap dua kasus kriminalitas di wilayah Sewon.

Kasus pertama adalah  jambret dengan spesialis sasaran emak-emak atau kaum ibu dengan tersangka TM (41) alamat Ngablak RT 02 Desa Sitimulyo dan  pencuri dengan spesialis kabel yakni RY (23) yang beralamat di Jogonalan Kidul Desa Tirtonirmolo Kecamatan Kasihan.

Bersama TM turut diamankan barang bukti (BB)  satu unit sepeda motor Vario putih yang digunakan untuk operasional menjambret, uang tunai Rp 500.000, 5 buah HP berbagai merek, 2 STNK, 1 SPM Vario warna hitam, 1 KTP atas nama Ponijan, 1 SIM atas nama Suratini dan surat pembelian perhiasan dari toko emas di wilayah Bantul.

Sedangkan dari tangan RY diamankan  BB satu buah cutter dan isinya, satu buah drei, satu buah tang, satu buah pisau, satu gulung kabel warna putih, satu kardus kabel dikelupas serta 1 unit sepeda motor Smash warna merah.

“Kami melakukan penyelidikan dan penangkapan setelah ada laporan yang masuk kepada kami. Atas perintah Pak Kapolsek Kompol Subadi kepada saya, kemudian kami bergerak dengan di back up tim Resmob Polres. Kedua tersangka kami amankan akhir Desember lalu,” kata Iptu Ryan Permana, Kanit Reskrim Polsek Sewon dalam jumpa pers di Mapolsek Sewon, Jumat (05/01/2018).

Untuk kasus pencurian kabel, menurut Iptu Ryan terjadi di kompleks kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta hingga empat kali dengan sasaran lokasi yang sama.

Pencuri spesialis kabel berhasil dibekuk petugas dan dihadirkan dalam jumpa pers di  Mapolsek Sewon, Jumat (05/01/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

Pada kasus pencurian terakhir, pelaku kepergok security kampus, sehingga  loncat dari lantai dua tempat dirinya beraksi. Sepeda motor yang digunakan ketinggalan. “Dari sepeda motor inilah kami melacak dan berhasil menangkap tersangka,” kata dia.

Sementara untuk TM menurut Iptu Ryan sudah  melakukan aksinya 25 kali dengan 10 di antaranya beraksi di wilayah Sewon. “Dia spesialis jambret dan korbannya semua ibu-ibu,” katanya.

Adapun waktu menjambret mulai pukul 04:00 saat banyak pedagang berangkat ke pasar hingga pukul 11:00. Sasaran selain ibu-ibu bersepeda motor, juga pedagang dengan sepeda kayuh yang sering membawa dagangan atau keronjot. Tersangka melakukan aksinya di lokasi yang sepi.

TM mengaku memang memilih sasaran kejahatannya adalah emak-emak. “Kalau njambret mereka lebih mudah,” katanya.

Biasanya modus yang digunakan adalah dengan mengikuti dan njejeri korban. Selanjutnya begitu situasi sepi dan memungkinkan, TM langsung melancarkan aksinya.

Semua hasil kejahatan kedua tersangka tadi digunakan untuk berfoya-foya dan merayakan tahun baru. Selain juga  TM sempat membeli perhiasan. Atas kejahatan yang dilakukan keduanya dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman  5 tahun penjara. (sol)