Uskup Agung: “Teror Bedog Mencederai Nurani”

244

KORANBERNAS.ID — Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubyatmoko Pr ikut bersuara terkait aksi brutal dari Suliyono yang menyerang Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog, Sleman, Minggu (11/02/2018). Ruby yang datang ke Rumah Sakit (RS) Panti Rapih untuk menengok korban mengungkapkan, kekerasan atas nama agama tersebut mencederai nurani.

“Kejadian ini sangat melukai nurani saya sebagai orang beriman. Kita perlu menanggapinya dengan tenang meski tetap perlu diusut dalam artian diatasi dengan profesional, dengan sempurna sehingga tidak terulang lagi,” ungkapnya.

Menurut Uskup, sebagai warga masyarakat punya kewajiban untuk menjaga kehidupan bersama yang tetap tentram, adem dan ayem. Semua manusia punya hak untuk hidup dalam ketenangan dan kebersamaan.

“Inilah yang perlu diupayakan bersama,” tandasnya.

Uskup menghimbau masyarakat untuk menjunjung tinggi toleransi dan menghormati perbedaan. Sebab bangsa Indonesia dibentuk dan dibangun melalui multikulturalisme dan kemajemukan.

Namun keberagaman tersebut akhir-akhir ini semakin tidak diperhatikan sebagian pihak. Peristiwa kekerasan atas nama agama yang terjadi pun mencederai nilai-nilai Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Karenanya kita perlu berupaya menjaga NKRI bertahan terus, kesatuan bangsa kita tetap berjalan dan umat bisa hidup tentram, damai dan hidup bersama,” ungkapnya.

Uskup menambahkan, para korban yang dirawat di RS sudah membaik kondisinya meski perlu perawatan. Termasuk Romo Prier yang sudah bisa diajak bercanda. Pasien lain pun sudah bisa ditangani meski perlu penyembuhan.

Uskup meminta masyarakat untuk tidak perlu takut meski terjadi aksi brutal tersebut. Dalam hidup bermasyarakat, diharapkan semua pihak bisa meredam peristiwa tersebut agar dapat hidup tentram satu sama lain.

“Jangan sampai bangsa kita terpuruk di mata luar negeri karena peristiwa semacam ini,” jelasnya.(yve)