10 Keluarga di Sengir Akan Direlokasi

204

KORANBERNAS.ID–Bupati Sleman, Sri Purnomo menjelaskan Pemerintah Kabupaten Sleman berencana akan merelokasi 10 Kepala Keluarga (KK) yang berada di Padukuhan Sengir, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan.

Rencana tersebut, dikarenakan mereka tinggal dilokasi perbukitan yang sangat rawan longsor.

“Untuk merealisasikan rencana itu tentunya nanti akan di musyawarahkan lebih dulu dengan Kepala Desa. Desa Sumberharjo kan punya lahan kas desa banyak sekali untuk merelokasi 10 KK nggak sulit. Yang penting masyarakat mau direlokasi,” kata Sri Purnomo, Senin (4/12/2017).

Dijelaskan, setelah hujan beberapa hari dan melihat kondisi tanah di sekitar permukiman mereka, masyarakat yang berada di wilayah tersebut sudah menyatakan kesediaannya untuk direlokasi.

“Warga di Sengir siap direlokasi. Ada 10 KK yang dulu tepatnya ketika ada bencana gempa bumi 2006 itu di atasnya Rumah Dome ada yang ambles turun. Itu di atasnya ada tiga rumah dan diatasnya lagi ada rumah yang kandangnya kena longsoran dan sapinya mati,” tutur Sri Purnomo.

Kepala Desa dan relawan juga telah menyatakan daerah tersebut rawan longsor karena telah terlihat retakan sepanjang dua meter.

“Sementara ini mereka harus mengungsi di tetangga yang lebih aman,” kata Sri Purnomo.

Pemkab, kata Bupati, telah mempersiapkan sistem relokasi dengan tanah kas desa dan batuan setiap rumah Rp 30 juta.

“Kita sudah terbiasa dengan sistem relokasi. Nanti tanahnya menggunakan tanah desa dan pembangunan perumah Rp 30 juta. Sudah ada mekanisme itu,”tambahnya. (SM)