12 Pastur dan Pendeta Kotbah Bersama

839
Para pastur dan pendeta gereja dari 12 gereja di Yogyakarta secara bergantian menyampaikan kotbah pada Ibadah Ekumene dalam rangkaian peringatan HUT Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran, Yogyakarta ke-74, Jumat (31/08/2018) sore.(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Para pastur atau Romo dan pendeta gereja dari 12 gereja di Yogyakarta secara bergantian menyampaikan kotbah pada Ibadah Ekumene dalam rangkaian peringatan HUT Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran, Yogyakarta ke-74, Jumat (31/08/2018) sore. Ibadah dan kotbah dipimpin Romo Dwi Harsanto bersama Romo L. Bondan Pujadi Pr dan Romo FX. Sumantara S Pr.

Kemudian sembilan pendeta lain dari Gereja Kristen di sekitar Paroki Kumetiran. Seperti Pdt Sherly Dewi Indrawati (GKI Ngupasan), Pdt Samuel Andi P (GKJ Demakijo), Pdt Agus Prasetyo (GKJ Bambu Tegalrejo), Pdt Benaya Agus Dwihartanto (GKI Wongsodirjan), Pdt Zakarias martin Tuarissa (GPIB Margo Mulyo) dan Pdt Agus Eko Prasetyo (Gereja Kristen Tabernakel) ikut ambil bagian menyampaikan kotbah singkat secara bergantian.

Baca Juga :  KAMMI Bentuk Cabang di Korea Selatan

Memilih tema “Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Tuhan, Satu Iman, Satu Baptisan” yang termatub dalam Kitab Efesus 4:1-6, para pemuka agama tersesebut menyerukan persaudaraan, kesatuan dan persatuan antarmumat.

Ibadah iawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setela kotbah acara dilanjutkan dengan kor dari kelompok paduan suara GKI Ngupasan, Gereja Kristen Tabernakel, GPIB Marga Mulya, Gereja Kalam Kudus, GPdi Sosrowijayan, dan kor gereja setempat.

“Acara ini jadi momentum budaya srawung, bergaul dalam persatuan persaudaraan seiman di sekitar gereja kami,” kata Kepala Paroki Kumetiran, Romo Yohanes Dwi Harsanto Pr, usai pelaksanaan ibadah ekumene.

Sementara Pdt Agus mengapresiasi langkah Gereja Katolik yang melaksanakan ibadah bersama dengan gereja dan jemaah lain dari luar paroki ini.

Baca Juga :  Angkasa Pura Segera Tuntaskan “Land Clearing”

“Kita semua bersaudara. Untuk menjadi satu harus mau rukun,” paparnya.

Selain ibadah, Paroki Kumetiran tahun ini juga menggelar berbagai kegiatan. Diantaranya aksi donor darah, kenduri lintas iman dengan mengundang warga sekitar gereja. Pada 16 September nanti direncanakan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti akan hadir bertemu pengurus dan sejumlah umat paroki setempat.

Pdt Samuel menambahkan, menjaga persatuan dan kesatuan antarumat beragama sangatlah penting. Jangan sampai rasa egoisme dan kesombongan mengemuka karena merasa paling baik.

“Jangan mengukur diri sendiri paling hebat, kita harus saling bergandengan tangan dalam menjaga kerukunan,” imbuhnya.(yve)