Bupat Slema, Sri Purnomo memberikan remisi pada warga binaan, Kamis (17/8/2017). (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sebanyak 127 warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sleman pada HUT Kemerdekaan RI ke 72 tahun 2017 menerima remisi umum. Remisi terbagi dalam dua remisi, yaitu Remisi Umum I dan Remisi Umum II.

Untuk Remisi Umum I terdapat 120 orang yang terdiri dari Remisi 1 bulan adaa 67 orang, remisi 2 bulan 22 orang, remisi 3 bulan 21 orang, remisi 4 bulan 7 orang, remisi 5 bulan ada 3 orang.

“Sedangkan Remisi Umum II terdapat 7 orang dengan rincian Remisi 1 bulan 6 orang, remisi 3 bulan 1 orang, sementara untuk remisi 2 bulan, 4 bulan, 5 bulan dan 6 bulan tidak ada,” ungkap Kepala Lapas Kelas II B Sleman, Turyanto saat pemberian Remisi di Lapas Kelas II B Sleman, Kamis (17/08/2017).

Hadir pada pemberian remisi di Lapas Kelas II B Sleman tersebut antara lain Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes, Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Dra Kustini Sri Purnomo, Kapolres Sleman Burkan Rudy Satriya, Ketua DPRD Sleman Drs Haris Sugiharta, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementarian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tedja Sukmana, Kepala Divisi Imigrasi Etty.

Baca Juga :  Karya UMKM Batik di Sleman Dapat Panggung

Menurut Turyanto, jumlah warga binaan Lapas Kelas IIB Sleman ada 321 orang (pertanggal 16 Agustus 2017) yang terdiri 200 orang narapidana dan 121 tahanan. Sedang dari 200 narapidana yang diusulkan mendapat remisi tujuh belas Agustus sebanyak 132 orang.

Dari 132 orang yang diusulkan ada 127 orang usulan yang disetujui sedang yaang tidak disetujui ada 5 orang karena sudah mendapatkan SK Cuti Bersyarat (CB) pada tanggal 28 Juli 2017.

Pemberian Remisi diserahkan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI setelah melakukan Upacara detik-detik proklamasi di Lapangan Denggung yang secara simbolis diberikan kepada 2 narapidana.

Sementara Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sri Purnomo menyampaikan bahwa pemberian remisi dengan dimaknai pembinaan seni kepada Warga Binaan Pemasdyarakatan (WBP) merupakan upaya melembutkan jiwa, melembutkan rasa, sehingga perasaan yang mengarah kepada perbuatan kriminal dapat dieliminir.

Baca Juga :  Dua Orang Jamaah Haji Sleman Meninggal di Tanah Suci

“Pada akhirnya saat kembali di masyarakat, WBP lebih mampu memaknai hidup secara holistik dan kembali berintegrasi secara sehat dengan masyarakat,” ujarnya.

Pemberian remisi terhadap narapidana dan anak pada 17 Agustus 2017 bukan semata-mata merupakan suatu hak yang didapatkan dengan mudah dan bukan pula merupakan bentuk kelonggaran-kelonggaran agar narapidana dapat segera bebas. Namun pemberian remisi merupakan suatu bentuk tanggung jawab untuk terus menerus memenuhi kewajiban untuk ikut dalam melaksanakan program pembinaan.

Selain itu pemberian remisi dimaksudkan juga untuk mengurangi dampak negatif dari Sub-Kultur tempat pelaksanaan pidana , serta dapat juga menjadi sebuah stimulan dalam menghadapi deprivasi dan efek destruktif dari padana perampasan kemerdekaan.

Ditambahkan Sri Purnomo bahwa kepada narapidana yang telah bebas untuk kembali ke masyarakat dan berbaur kembali dilingkungan masyarakat. Bupati menghimbau pada warga binaan yang telah bebas untuk tidak mengulangi perbuatan melawan hukum atau berbuat kriminal lagi. (Bid Jalasutra/yve)