“Pilgub Jateng Sih Napa, Kapan Niku?”

234
Anggota Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Purbalinga, Sukhedi saat sosialisasi di Dukuh  Jomblang, Minggu (08/04/2018). (Prasetiyo/koranbernas.id) 

KORANBERNAS.ID–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga terus gencar mensosialisasikan Pemilihan Gubernur  dan Wakil Gubernur Jateng. Termasuk sosialisasi di daerah terpencil, seperti yang dilakukan  di Dusun Jomblang, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, Minggu (08/04/2018).

Kegiatan itu juga melibatkan panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kaligondang, dan Panitia  Pemungutan Suara (PPS) Desa Sidareja.

Dari sosialisasi yang berlangsung di halaman rumah Turmin (50) di Dusun Jomblang itu, terungkap bahwa hampir sebagian besar warga Dusun Jomblang, ternyata belum paham apa itu Pilgub Jateng, dan kapan pelaksanaannya.

Dalam sesi pembagian door prize, anggota Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia  (Parmas dan SDM) KPU Purbalinga, Sukhedi meminta warga Jomblang untuk ke depan, lalu diberi pertanyaan.

“Pak, asmane sinten? Yuswane pinten?. (Pak, namanya siapa.Umurnya berapa?,” tanya Sukhedi.

Nami kula Sanmardi, umur 80 tahun,” jawab seorang kakek,yang diketahui namanya Sanmardi.

Ngertos napa niku Pilgub Jateng?.Lan kapan dinten coblosane. (Tahu apa itu Pilgub Jateng ? Dan kapan coblosannya?,” tanya Sukhedi.

Sanmardi pun seperti orang bingung. Dia tidak bisa menjawab , dan malah balik bertanya.

“Pilgub Jateng sih napa, kapan niku?.(Pilgub Jateng sih apa, kapan itu,” ujar Sanmardi dengan logat Banyumasannya yang kental, dan disambut tertawan peserta sosialisasi.

Tak hanya Sanmardi yang tidak tahu tentang Pilgub Jateng dan kapan hari pemungutan suaranya itu. Beberapa warga lain yang ditanya Sukhedi di panggung, juga tidak tahu menahu hal itu. Mereka, diantaranya Samiarji, Ratini, Sutinem, Sunardi, Partini dan Rubinem.

Sukhedi lalu menjelaskan bawa  KPU akan menyelenggarakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng.

“Pilgub Jateng sebagai sarana untuk memilih pemimpin Provinsi Jateng , lima tahun ke depan. Pilgub Jateng ini diikuti dua pasang calon, yaitu nomer 1 pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin, dan nomer dua pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah. Hari pemungutan suaranya Rabu Pon, tanggal 27 Juni  2018. Jangan lupa, pada hari itu yang ditetapkan sebagai hari libur, untuk menyempatkan datang ke TPS nggih bapak-bapak, ibu-ibu, sedherek sedaya,”ajak  Sukhedi.

Warga  pun mengangguk-angguk mendapat penjelasan dari Sukhedi.

Sukhedi menjelaskan, ini lah perlunya sosialisasi. Bahwa masyarakat yang telah memiliki hak pilih, harus sadar politik, untuk menggunakan hak suaranya,dan paham apa itu Pilgub Jateng.

“Satu suara dari bapak ibu saudara-saudara semua, sangat menentukan nasib Provinsi Jateng, termasuk nasib Dusun Jomblang lima tahun ke depan.Dan pilihlah Cagub sesuai hati nurani. Jangan memilih karena iming-iming uang,”pesan Sukhedi.

Sukhedi menambahkan, KPU Purbalingga menetapkan empat daerah terisolir, untuk  diberi sosialisasi. Selain Jomblang, yakni ada Dusun Sipentul di Kecamatan Rembang, Jingkang di Kecamatan karangjambu, dan Karangjengkol di  Kecamatan Kutasari.

“Empat daerah terpencil itu, kami genjot sosialisasinya, dengan maksud agar tingkat partisipasinya untuk memilih tinggi,” ujarSukhedi.

Terpencil

Sementara itu, Dusun Jomblang di Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga selama ini memang dikenal sebagai dusun terpencil. Dari ibu kota Kecamatan kaligondang, untuk sampai ke dusun ini, ada dua jalan alternatif.

Alternatif pertama, setelah dari ibu kota kecamatan Kaligondang, sejauh 5 km menuju Dusun Mlayang, Desa Sidareja. Dari Dusun Mlayang ini, kemudian menyeberangi Sungai Gintung,  yang arus airnya cukup deras.

Namun karena curah hujan sering tinggi, sehingga jalur pertama ini jarang dilalui. Dan tercatat selama beberapa tahun terakhir ini, sudah puluhan warga tewas akibat ganasnya Sungai Gintung yang memnghubungkan Dusun Mlayang dengan Dusun Jomblang itu.

Alternatif kedua, dari ibu kota kecamatan Kaligondang, memutar melewati Kecamatan Rembang dan Karangmoncol, sejauh kurang lebih 40 km.  Sesampainya di Desa Karangsari, Kecamatan Karangmoncol, masuk ke Dusun Jomblang sejauh kurang lebih 2 km, dengan kondisi jalan hanya bisa dilewati satu mobil, berupa jalan tanah di tengah-tengah areal persawahan. Kalau hujan, jalan berubah seperti sungai.

“Ya,cukup melelahkan juga. Dari ibu kota Kecamatan Kaligondang, untuk sampai ke dusun ini, butuh waktu satu jam lebih,”  ujar Baryati, staf PPK Kaligondang yang ikut dalam sosialisasi  itu.

Dalam Pilgub  Jateng  2018, KPU Purbalingga membuat TPS khusus di dusun ini. Di sini, terdapat 40 KK (Kepala Keluarga), yang sebagian besar berpendidikan SD. Ada beberapa yang  tamat SMP, dengan mata pencaharian sebagian besar buruh dan bertani.

“Di Dusun Jomblang ini, dari 40 KK, terdapat 134 yang memiliki hak pilih. Perinciannya laki-laki 72, dan perempuan 62. Bagaimanapun, agar tidak kehilangan hak politiknya pada Pilgub Jateng, mereka kami layani dengan baik,” timpal Desi Widiastuti,salah satu anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Sidareja.

Kepala Desa Sidareja, Tri Hadi Wardoyo berharap saat pemilihan gubernur nanti, seluruh warga Jomblang menggunakan hak pilihnya.

Aja malah ditinggal lunga maring sawah,” ujar Tri Hadi.

Kades Sidareja juga menyampaikan terimakasih kepada KPU Purbalingga yang telah memfasilitasi adanya TPS khusus di Jomblang. Sebab pada pemilu-pemilu sebelumnya, ketika belum ada TPS khusus di Jomblang, warga harus menyeberang Sungai Gintung dengan perahu karet menuju Dukuh Mlayang untuk menggunakan hak pilihnya. (SM)