153 RTLH Desa Caturharjo Selesai Diperbaiki

205
Bupati Sleman, Sri Purnomo meninjau pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sudah selesai di Desa Caturharjo Sleman, Rabu (14/02/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Sebanyak 153 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Caturharjo, Sleman, selesai diperbaiki. Sebagai tanda selesainya program ini, Bupati Sleman, Sri Punomo bersama Dirut Bank BPD DIY Bambang Setiawan menandatangani prasasti di Balai Desa Caturharjo, Sleman, Rabu (14/02/2018).

Kepala Desa Caturharjo, Muhammad Rifangi menuturkan bahwa program RTLH tersebut berasal dari bantuan CSR  Bank BPD DIY sebesar Rp 1 miliar. Pelaksanaan pembangunan RTLH sendiri dilaksanakan sejak bulan November 2017.

Pembangunan RTLH dibagi untuk beberapa program baik bedah rumah, renovasi, pembuatan jamban, dan penerangan listrik.

“Semuanya melalui tahapan survei baik dari Dinsos maupun PUPKP. Warga yang menerima bantuan adalah warga kategori miskin,” kata Rifangi.

Total penerima bantuan 153 rumah yang kesemuanya masuk dalam kategori PKH tersebut meliputi bedah rumah 37 rumah, rehab atap dan struktur sebanyak 42 rumah, pembuatan jamban 84 rumah, dan penerangan listrik sebanyak 99 rumah.

“Selain dari bantuan CSR, swadaya masyarakat baik tenaga maupun sumbangan material kurang lebih sebesar Rp 620.000.000. Sehingga total pelaksanaan RTLH di Desa Caturharjo total Rp 1,62 miliar,” katanya.

Rifangi berharap bantuan ke depan dapat diteruskan dalam rangka mendukung pengentasan kemiskinan.

Menurutnya bantuan tidak hanya dialokasikan untuk pembangunan fisik, namun dapat digunakan untuk pengembangan ekonomi keluarga miskin seperti pendampingan usaha.

Sri Purnomo memberikan apresiasi yang tinggi pada Bank BPD DIY yang telah mengalokasikan sebagian bantuan CSR-nya untuk Kabupaten Sleman.

Sri Purnomo berharap komitmen yang telah dibangun selama ini dapat terus dikembangkan di masa-masa mendatang serta menjadi teladan bagi perusahaan lain untuk turut serta membantu kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

“Kepedulian para donatur merupakan bentuk sinergi yang tepat untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin,” kata Sri Purnomo.

Menurut Sri Purnomo upaya rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Sleman tahun 2017 lalu dilakukan dari berbagai sumber pendanaan yaitu melalui APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK), Bantuan Keuangan Khusus (BKK) DIY, dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR.

”Total RTLH di Sleman yang dapat direhabilitasi tahun 2017 melalui berbagai sumber dana pemerintah tersebut sebanyak 1.715 unit,” jelasnya.

Berdasarkan data terakhir dari dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPKP) Kabupaten Sleman, saat ini masih terdapat 4.299 RTLH di Sleman yang belum tertangani. Keberadaan RTLH yang belum tertangani ini menjadi pekerjaan bersama. Jika hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah, maka tidak akan cukup untuk merehabilitasi seluruh rumah tidak layak huni yang ada di Kabupaten Sleman.

Bambang Setiawan menjelaskan program pengentasan kemiskinan sudah menjadi komitmen bersama.

“Kami menjalankan fungsi agen pembangunan dengan menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Bambang. (SM)