Istimewa, Menikah Bareng di Crane Setinggi 20 meter

219
Prosesi ijab qobul diatas crane. (M Asmani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID—Sebanyak 26 pasangan, ikut meramaikan pre post wedding dan Nikah Bareng Jogja Istimewa, dengan tema Mahadaya Cinta untuk Indonesia. Acara berlangsung di Taman Pintar Yogyakarta, Minggu (16/09/2018).

Ketua Panitia, Ryan Budi Nuryanto mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta ke-262 dan pesta demokrasi pemilihan umum (pemilu) 2019.

“Kami bekerjasama dengan Pemkot, Kantor Pemilihan Umum DIY, Paguyuban Rias Kinasih Yogyakarta dan didukung Taman Pintar Yogya dan serta progran studi S1 FSMR ISI Yogyakarta,” katanya.

Prosesi pernikahan di atas crane penerangan jalan umum (PJU) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, setinggi 10-20 meter dari tanah.

“Ijab kabul di depan gong perdamaian yang terdapat tanah dari 33 provinsi di Indonesia, sebagai wujud kebhinekaan,” jelasnya.

Ada 3 mempelai melakukan  prosesi ijab kabul diatas crane PJU. Yakni pasangan Sigit Raharjo dan Pensi Yuli R, kemudian Chairul Sukito A dan Prasasti Y Sugito serta Sugito dan Feri Sulasmiyati.

Ijab qobul dipimpin Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Gondomanan, Setyo Purwadi, S.Ag, dengan saksi nikah Farid dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY mewakili Walikota Yogyakarta serta Ryan selaku Ketua Panita.

Dengan prosesi nikah di atas crane PJU ini, akan mengantar mempelai ke pernikahan yang lebih tinggi nilainya menuju ke kehidupan yang bahagia,”katanya.

Walikota Yogyakarta dalam sambutannya, yang dibacakan Afia Rosiana selaku Kepala Taman Pintar Yogyakarta, menyambut baik diadakannya pre-post wedding dan Nikah Bareng Jogja Istimewa.

“Pernikahan ini unik. Proses ijab kabul dilakukan di atas crane PJU 20 meter. Tentu saja itu akan meninggalkan kesan bagi pasangan,” terang Walikota Yogyakarta.

Menurut Haryadi Suyuti, pernikahan itu juga iconic. Ini membuatnya yakin para peserta akan terus mengingatnya.

Kegiatan ini juga membantu masyarakat yang terkendala biaya untuk menikah.

“Semoga mereka bisa lebih baik dalam mewujudkan keluarga berketahanan, lahir dan batin. Melalui nikah bareng itu, terwujud pernikahan yang  syariah dan sah secara pemerintah.

“Semoga pengantin menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah,” katanya.

Ketua KPU DIY yang diwakili Farid menyampaikan KPU ikut terlibat dalam acara ini, karena pernikahan merupakan perjanjian suci.

“Kita disadarkan untuk membangun keluarga yang diridhoi Allah,” ujar dia.

Pasangan Sigid Raharjo dan Pensi Yulia R berjalan menuju crane PJU. (W Asmani)

Setelah berkeluarga diharapkan pasangan untuk tidak tergoda dengan iming-iming tertentu. Dalam keluarga ada upaya perawatan dalam membina rumah tangga.

“Hal ini berkorelasi dengan pemilu mendatang. Terlebih dahulu memilih pasangan calon. Setelah memilih calon,  membina komunikasi dengan calon,” kata Farid.

Pengantin pertama yang melakukan prosesi nikah di atas crane PJU adalah Sigid Raharjo dengan Pensy Yuli R. Keduanya tampak tegang ketika berada di atas crane PJU 10-20 meter dari tanah.

Ada 3 crane yang digunakan, yakni untuk mempelai, untuk penghulu dan crane untuk saksi.

“Awalnya saya sangat tegang ketika menaiki crane tersebut, tapi lama kelamaan terbiasa,” ungkap mempelai wanita.

Sebelum melakukan ijab qobul, penghulu terlebih dahulu memberikan tauziah untuk pengantin dan doa bersama. Setelah itu, prosesi nikah di atas crane PJU dilakukan.

“Pada saat prosesi pernikahan, saya sangat terharu, sampai menitikan air mata,” kata mempelai pria.(SM)