2.999 Mahasiswa Terjun ke Desa

157
PELEPASAN--Dua ribu lebih mahasiswa UMY ikuti upacara pelepasan KKN di kampus setmepat, Selasa (1/08/2017) di Sportorium Kampus Terpadu UMY. (tugeg sundjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sebanyak 2.999 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) diterjunkan ke 86 desa. Mereka mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik periode 2016-2017.

Pelepasan mahasiswa digelar di kampus setempat, Selasa (1/08/2017) di Sportorium Kampus Terpadu UMY dengan tema “Melayani Sesama, Mewujudkan Masyarakat Berdaya”. Jumlah mahasiswa KKN yang diterjunkan kali ini terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya.

Wakil Rektor UMY Bidang Akademik UMY, Sukamta mengungkapkan mahasiswa yang akan mengabdi kepada masyarakat melalui kegiatan KKN ini harus bisa mengetahui kondisi masyarakat.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa KKN setelah terjun ke masyarakat. Seperti cara berkomunikasi dengan baik, mengaplikasikan ilmu sesuai dengan bidangnya masing-masing, bertindak professional serta mengerti dengan keadaan masyarakat,” paparnya.

Karena itu program kerja yang telah disusun harus dilakukan secara optimal. Apapun yang menjadi kegiatan KKN, harus dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Baca Juga :  Mahasiswa Teknik Lingkungan UP 45 Menangkan LKTI Nasional di Bontang

“Yang paling penting menjaga nama baik UMY selama berbaur dengan masyarakat,” papar Sukamta.

Sementara Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY, Gatot Supangkat mengatakan mahasiswa KKN akan ditempatkan di sembilan kabupaten atau kota Wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah seperti daerah Bantul, Sleman, Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Gunungkidul, Klaten, Magelang, Purworejo, dan Boyolali.

“Mahasiwa yang akan menjalani KKN sebelumnya telah diberikan pembekalan baik secara filosofis maupun konseptual,” jelasnya.

Mahasiswa diharapkan dapat melakukan pengembangan individu, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan institusi. KKN juga merupakan salah satu bentuk implementasi dari catur darma perguruan tinggi yakni pengabdian terhadap masyarakat.

“Sehingga kegiatan ini akan menjadi pintu dakwah UMY khususnya Muhammadiyah untuk berkontribusi secara optimal kepada masyarakat,” ujar Gatot.

Baca Juga :  Alumni APMD "STPMD" Sesalkan Ceramah Hari Tanoe

Kepala Bidang Sosial dan Budaya Badan Perencanaan Daerah, DIY Sri Mulyani menyampaikan  beberapa wilayah di DIY masih banyak masyarakat yang berada dalam kondisi pra sejahtera. Hal ini merupakan dampak dari adanya ketimpangan wilayah yang disebabkan dari perbedaan sumberdaya alam dan kondisi geografi yang terdapat pada masing -masing wilayah.

“Mahasiswa yang akan berbaur dengan masyarakat melalui kegiatan KKN, diusahakan untuk memaksimal komunikasi dengan pemerintah setempat. Karena akan banyak informasi yang sifatnya data atau informasi untuk menjadi salah satu dasar guna pemberdayaan manusia dan membuat program kerja,” jelasnya.(yve)