20 Seniman Wakili DIY Misi Kebudayaan ke Bali

127

KORANBERNAS.ID–Kabupaten Sleman akan mengirimkan kontingen dalam misi kebudayaan ke Bali. Kali ini Kabupaten Sleman mewakili DIY dalam ajang Colours of Cultures Festival 2017 yang diselenggarakan tanggal 16 – 19 November 2017 di Gedung Indonesia TIC Kuta Bali.

Kontingen Sleman yang beranggotakan 20 seniman tersebut akan mementaskan 3  tarian, yaitu “Batik Jogja”, “Memedi Sawah” dan “Kridha Jatirasa”.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, HY Aji Wulantara SH MHum dikantornya, Rabu (15/11/2017).

Aji menambahkan bahwa misi kebudayaan diharapkan menjadi ajang yang strategis dalam upaya memperkenalkan potensi budaya DIY, sehingga akan menumbuhkan minat wisatawan yang selama ini lebih mengenal Bali untuk kemudian dapat lebih tertarik dan merencanakan kunjungannya ke DIY. Karena potensi budaya di DIY, termasuk diantaranya Sleman, juga memiliki daya tari tersendiri yang berbeda dengan daerah lain.

Baca Juga :  Komunitas Motor Berbagi Kebaikan

Dalam kesempatan tersebut Kontingen Kabupaten Sleman yang mewakili DIY akan tampil bersama dengan 9  Provinsi lain yang tergabung dalam Sekber Mitra Praja Utama (MPU), yaitu DKI Jakarta, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB.

Tari “Batik Jogja” dengan penata tari Ratih Dwi Anjani dan penata iringan Widodo Kusnantyo SSn tersebut akan ditampilkan pada saat pembukaan acara Colours of Cultures Festival 2017 pada hari Kamis 16 November 2017 pukul 19.00 WIT dan Tari “Memedi Sawah” dengan penata tari Anang Wahyu Nugroho SSn dan penata iringan Sudarsono SSn akan ditampilkan dalam acara pawai seni pada hari Jumat 17 November 2017 pukul 15.00 WIT dengan start Kantor Indonesia TIC menuju Pantai Kuta Bali. Sedangkan Tari “Kridha Jatirasa” dengan penata tari Agus Sukino SSn dan penata iringan Sudarsono SSn akan ditampilkan dalam acara “Semalam Jogja di Kuta Bali” pada hari Jumat 17 November 2017 pukul 19.00 WIT.

Baca Juga :  Pemilihan Dimas Diajeng Sleman Digelar Lagi

“Tari Kridha Jatirasa ini mengungkapkan rasa persatuan dan kesatuan yang merupakan gambaran eksistensi budaya di DIY,” tutur Aji.

Menurutnya keberagaman seni dan budaya bersatu padu, memperkuat jati diri dan melambangkan kokohnya keistimewaan DIY bagaikan untaian mutumanikam yang terangkai dari ujung barat hingga ujung timur DIY.

Aktualisasi seni unggulan se DIY dikemas menjadi sebuah atraksi yang mempesona, yaitu Badui dari Kabupaten Sleman, Reog Keprajuritan dari Kota Yogyakarta, Montro dari Kabupaten Bantul, Jathilan dari Kabupaten Gunungkidul dan Angguk dari Kulon Progo. Kesemuanya tersaji dalam kolaborasi yang indah dan harmoni. (SM)