200 Lebih Lulusan UAD Raih IPK Terbaik

544
Rektor UAD, Dr Kasiyarno MHum mewisuda lulusan di JEC, Sabtu (24/03/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mewisuda 914 lulusan di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (24/03/2018). Dari jumlah itu, sebanyak 221 lulusan berhasil meraih Indeks Prestasi Akademik (IPK) Cumlaude.

“Rerata IPK untuk wisuda periode Maret 2018 untuk program Sarjana (S1) 332. Sedangkan untuk program Magister (S2) 3,68. Dengan tambahan wisudawan kali ini, UAD memiliki alumni hingga 42.722 orang,” ujar Rektor UAD, Dr Kasiyarno MHum.

Wisudawan S1 dengan masa studi tercepat 3 tahun 4 bulan 28 hari dicapai oleh M Husni Arsyad dari program studi Bahasa dan Sastra Arab dengan IPK 3,90. Wisudawan termuda, Debby Elvionita dari program studi Sastra Inggris yang lulus pada usia 20 tahun 8 bulan 9 hari dengan IPK 3,65.

Sedangkan wisudawan S1 terbaik kesatu hingga ketiga, berturut-turut atas nama Isnaepi dari program studi Pendidikan Matematika dengan IPK 4,00, Tegar Surya Putra program studi Manajemen dengan IPK 3,97 dan Miyah Sharifah program studi Manajemen dengan IPK 3,95. Dari program pascasarjana, yang terbaik atas nama Meta Damaharyuningtyas dari Farmasi dengan IPK 4,00.

Beberapa wisudawan juga merupakan mahasiswa berprestasi di tingkat internasional, regional, maupun nasional. Antara lain Tri Utami (BK), Clara Oktavia (BK), Jonasdi (PBI), Mahmuda Maarif (PPKn), Tegar Surya Putra (Manajemen), Toni Effendi (Biologi), Rizky Gusti Pratiwi (Teknik Kimia), Abdul Aziz AY (Farmasi), Isharyanto (Farmasi), Agung Hawono Yudho (Ilmu Hukum), Abdul Farhan Jihad (Kesehatan Masyarakat). Beberapa mahasiswa bahkan meraih lebih dari satu prestasi selama kuliah di UAD.

“Mayoritas mahasiswa bangga UAD menunjukkan bukti kongkrit dengan terus menambah fasilitas sehingga menunjukkan UAD merupakan perguruan tinggi yang besar dan mampu bersaing,” ungkap Tegar.

Sementara Isnaepi mengungkapkan, pembangunan kampus-4 menjadi identitas baru UAD. Pasca lulus, dia tengah mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan jenjang S2.

“Di kampus ini mahasiswa lebih leluasa melakukan diskusi di luar jam perkuliahan. Tempat luas dan sarana prasarana yang memadai memudahkan mahasiswa meningkatkan keilmuannya serta mengembangkan potensi diri,” paparnya.(yve)