22 Siswa Lolos SNMPTN, SMA Muhammadiyah 2 Bakti Sosial

441
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Drs Slamet Purwo memberikan bantuan kepada perwakilan Kecamatan Dukun, Magelang dalam bakti sosial perayaan kelulusan, Kamis (03/05/2018).(istimewa)

KORANBERNAS.ID — Sebanyak 317 siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 2 (Muha) Yogyakarta merayakan kelulusan dengan cara yang berbeda. Kalau banyak pelajar memilih konvoi, siswa SMA Muha lebih memilih berbagi pada sesama melalui bakti sosial di sejumlah tempat.

“Sejak lima tahun terakhir, kami mengajak siswa yang mensyukuri kelulusan dengan hal-hal yang positif seperti bakti sosial dan rekreasi ke sejumlah tempat wisata untuk meningkatkan jiwa sosial daripada konvoi di jalan yang rawan tawuran,” papar Kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Drs Slamet Purwo di sekolah sebelum pemberangkatan siswa ke Kecamatan Dukun, Magelang, Kamis (03/05/2018).

Menurut Slamet, kali ini dipilih Kecamatan Dukun sebagai tempat bakti sosial agar terjadi pemerataan bantuan. Sebelumnya sekolah mengadakan kegiatan serupa di Gunungkidul dan Purworejo.

Di Dukun, sekolah juga mengadakan pengajian bersama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah di kecamatan setempat setelah pengumuman UN pada pukul 10.00 WIB. Setelah acara, rombongan siswa berekreasi ke Semarang dengan mengunjungi sejumlah tempat wisata.

Baca Juga :  ACT Sapa Warga Terdampak Erupsi Merapi

“Selain menghindari konvoi, melalui kegiatan semacam ini para siswa juga belajar untuk bersyukur atas prestasi selama tiga tahun,” ujarnya.

Waka Humas SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Dra Rohmatunnazilah SPd MHum menambahkan, rasa syukur tersebut patut dirayakan karena tahun ini sebanyak 22 siswa mereka berhasil lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN). Mereka diterima di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seperti UGM, UPN “Veteran” Yogyakarta, ISI dan IPB.

Selain itu satu siswa mereka juga diterima di sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) bergengsi seperti UMY, Universitas Pertamina dan UII. Sebanyak tujuh siswa mereka pun ikut seleksi beasiswa Perguruan Tinggi (PT) di Taiwan.

“Karenanya kelulusan dirayakan dengan kegiatan positif sesuai kompetensi karakter, sosial dan empati,” ungkapnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (kadisdikpora), Baskara Aji mengapresiasi sekolah-sekolah menjaga lingkungannya tetap kondusif dari euforia kelulusan. Tak perlu memanggil siswa untuk mengumumkan hasil UN ke sekolah namun mengajak mereka merayakan kelulusan dengan hal-hal positif.

Baca Juga :  Festival Teater Tradisional Berdayakan Seniman Lokal

“Kualitas sekolah ditentukan dari usaha mereka dalam merayakan kelulusan siswa-siswanya. Dengan merayakan kelulusan yang aman dan tidak merugikan masyarakat karena konvoi anak-anak. Bisa dengan bakti sosial, rekreasi, pengajian dan lainnya,” tandasnya.

Aji menyebutkan, sebanyak 50.057 siswa SMA/SMK se-DIY tahun ini dinyatakan lulus UN. Jumlah tersebut terdiri dari 27.703 siswa SMK dan 22.354 siswa di tingkat SMA.

Nilai UN tertinggi diraih Kota Yogyakarta untuk tingkat SMK sebesar 232,18. Sedangkan Bantul menjadi yang terendah dengan total nilai 211,44. Hasil yang sama juga diraih Kota Yogyakarta yang berhasil meraih nilai UN tertinggi untuk tingkat SMA, baik kelas IPA, IPS maupun Bahasa.(yve)