23 Hari Diburu, Pembobol ATM Ditangkap

615
Kapolres Gunungkidul AKBP Muhammad Arif Sugiyarto, Jumat (11/08/2017) memberi penjelasan terkait penangkapan 5 pelaku pembobol ATM. (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Setelah melalui proses penyelidikan sekitar 23 hari, akhirnya Polres Gunungkidul berhasil mengamankan 5 orang pelaku spesialis pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di sebuah toko berjejaring wilayah Dusun Siyono, Desa Logandeng, Kecamatan Playen.

Kasus pembobolan dengan cara perusakan mesin dan brankas uang yang ada di ATM ini terjadi Senin (17/07/2017) lalu. Sebanyak 5 orang pelaku yang ditangkap merupakan sindikat yang dikenal kelompok Palembang. Mereka selama ini dikenal rapi dalam mencuri karena tidak banyak meninggalkan bekas.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Muhammad Arif Sugiyarto pada wartawan di Mapolres Gunungkidul, Jumat (11/08/2017) menjelaskan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil olah TKP. Kelima orang yang berhasil ditangkap meliputi SUM (53) warga Tangerang Banten yang bertugas sebagai sopir dan pengawas, RF (37) warga Pasar Kliwon Surakarta, Jawa Tengah yang bertugas menggambar dan mengawasi target, AM (46) warga Banyumas, Jawa Tengah, yang bertugas mengawasi situasi. Ketiganya ditangkap di Solo, Jawa Tengah.

Kemudian MJS (30) warga Tangerang, merupakan eksekutor yang ditangkap di Tegal, Jawa Tengah. Terakhir RUS (48) warga Tangerang Banten, merupakan eksekutor ATM yang ditangkap di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Kelimanya ditangkap di lokasi berbeda. Namun waktunya bersamaan pada Rabu 9 Agustus 2017,” katanya.

Sebanyak lima orang yang berhasil diamankan merupakan saudara. Sedangkan dua lainnya rekannya. Pengungkapan kasus ini atas kerjasama Polres Gunungkidul dengan Jatanras Polda DIY, Polresta Yogyakarta, dan Bantul.

Ditambahkan Kapolres, pelaku berada di beberapa titik berkumpul di Solo untuk melakukan pencurian dengan pemberatan, setelah sebelumnya dilakukan survei lokasi. Mereka masing-masing memiliki tugas dalam melakukan aksinya. Bahkan, mereka bisa mengetahui sistem pengamanan ATM dan pengamanan sistem Indomart.

“Mereka melakukan pemantauan hingga eksekusi tergolong rapi,” ucapnya.

Arif mengatakan, saat ini pihaknya masih memeriksa pelaku. Dari tangan kelimanya polisi menemukan peralatan membongkar mulai dari linggis hingga kunci, sepeda motor AD 6717 IS, dan mobil Nisan X Trail B 2388 NJ.

Mereka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Ruddy Prabowo menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus ini, karena tidak menutup kemungkinan masih ada tambahan pelaku. Sampai saat ini pihaknya masih menelusuri keberadaan uang dari dua ATM milik BNI dan BCA yang diambil sekitar Rp 200 juta. (st. aryono/sm)