25 Tahun Absen, Jogja Tuan Rumah World Junior Champhionships

281
Timnas bulutangkis yang berlaga di BWF World Championships 2017 berfoto di Royal Ambarukmo Hotel, Minggu (08/10/2017). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Indonesia akhirnya mengakhiri masa puasanya dalam gelaran The Badminton World Federation (BWF) World Junior Championships 2017 pada tahun ini setelah 25 tahun terakhir absen. Lebih istimewa lagi, Yogyakarta menjadi tuan rumah laga pebulutangkis muda yang diikuti 64 negara ini mulai 9 hingga 22 Oktober 2017 di GOR Amongrogo.

“Indonesia belum pernah memenangkan kejuaraan dunia untuk atlet muda ini. Karenanya kesempatan kali ini sangat istimewa, apalagi selama dua puluh lima tahun kita belum pernah juara,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara BWF World Junior Championships 2017, Achmad Budiharto di Royal Ambarukmo Hotel, Minggu (08/10/2017).

Terpilihnya Yogyakarta sebagai tuan rumah dalam usulan penyelenggaran kejuaraan kali ini, menurut Budiharto juga sangat unik. Dari lelang yang dilakukan Panitia BWF, Yogyakarta dianggap memiliki kelebihan dari kota-kota negara lain untuk penyelenggaraan tahun ini.

Sebagai Indonesia mini, Yogyakarta dinilai memiliki keberagaman budaya dan tradisi serta wisata yang luar biasa. Selain itu predikat sebagai kota pendidikan juga menjadikan Yogyakarta sebagai lingkungan yang mendukung penyelenggaraan kejuaraan dunia yang diikuti generasi muda tersebut.

“Menjadi tuan rumah harus bersaing dengan banyak negara. Ada mekanisme lelang yang ditentukan BWF. Karenanya kami mengajukan Yogyakarta yang bisa jadi nilai plus penyelenggaraan kejuaraan internasional ini,” tandasnya.

Sementara Manajer tim Indonesia (timnas), Susy Susanti mengungkapkan, Indonesia mentargetkan masuk semifinal dalam kejuaraan tahun ini. Mantan pemain bulutangkis itu menyebutkan, sejumlah nama pemain junior top Indonesia dipastikan turun untuk mencapai target seperti Gatjra Piliang, Gregorio Mariska, Adnan Maulana, Muhammad shohibul, Rehan Naufal Kusharjanto, Siti Fadia Silva dan Agatha Imanuela.

Pemain bulutangkis junior dari berbagai negara. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id).

Timnas nantinya akan melawan sejumlah pebulutangkis junior internasional yang sudah punya nama. Sebut saja Goh Jin Wei (Malaysia), Han Yue (Tiongkok) dan Seong Jae Kim (Korea). Selain itu Lakshya Sen (India), Christo Popov (Prancis), Asuka Takahashi (Jepang), Maria Delcheva (Bulgaria) serta Sally Wu (Selandia Baru).

“Paling tidak Indonesia dapat satu emas di nomor perorangan, sedangkan untuk nomor beregu bisa masuk ke babak semifinal,” ungkapnya.

Rehan menambahkan, dia yang kali ini turun untuk kategori beregu bersama Fadia mengaku ada beban. Namun dia optimis, mereka paling tidak bisa masuk semifinal karena sudah mempersiapkan diri sejak beberapa waktu terakhir.

“Banyak pemain dunia yang turun dalam kejuaraan ini, jadi kami akan pelan-pelan saja dan berharap bisa dapat hasil terbaik,” akunya.

Maria, pemain asal Bulgaria mengaku sangat antusias mengikuti kejuaraan kali ini. Meski berasal dari negara yang berkembang olahraga bulutangkisnya, Maria sudah meraih prestasi yang sangat membanggakan di negara-negara Eropa.

“Senang sekali bisa ikut kejuaraan di Yogyakarta ini. Saya sangat menyukai bulutangkis sejak lama,” imbuhnya.(yve)