30 Finalis Dimas Diajeng Bantul Siap Bertarung

605
Sebanyak 30 finalis siap unjuk penampilan pada Malam Puncak Dimas Diajeng Bantul 2017, pada 14 Oktober, di Gedung ISI Yogyakarta.

KORANBERNAS.ID — Sebanyak 30 orang finalis pemilihan Dimas Diajeng Bantul 2017 akan tampil pada malam puncak acara tersebut yang berlangsung di gedung pertemuan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Sabtu (14/10) malam. Sebelum mengerucut menjadi 15 pasang dimas-diajeng, ada 150 orang yang memasukan berkas pendaftaran dan diseleksi.
Sejak empat bulan lalu, para peserta diseleksi dengan cukup ketat lewat rangkaian tes yang dilakukan oleh panitia. Dhimas Danu, Ketua Panitia pemilihan mengatakan, pemilihan yang mengangkat tema Sinom Ngabekti Projotamansari ini diawali dengan pembukaan pendaftaran sejak 1 Mei 2017 hingga 12 Juli 2017.
Kemudian dilanjutkan dengan rangkaian seleksi meliputi tes tertulis dan wawancara pada 15-16 Juli 2017 dan menghasilkan 50 finalis. Babak semi final digelar 30 Juli 2017 di Pendopo Parasamya hingga akhirnya mengerucut menjadi 30 finalis.
“Sebelum tampil di malam final mereka kita karantina sejak hari ini hingga hari H,”kata Dhimas Danu dalam jumpa pers di Tembi Home Stay, Kamis (12/10) siang.
Hadir dalam kesempatan tersebut Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul, Drs Kwintarto Heru Ssos, Dimas Diajeng 2016 Dika dan Lucky serta para finalis 2017 yang nampak tampil ayu dan menawan.
Menurut Danu, para finalis ini nantinya akan menjadi duta pariwisata Kabupaten Bantul. Untuk itulah berbagai pembekalan juga dilakukan seperti public speaking, english for tourism, beauty and personality, kebudayaan, pariwisata, kesehatan kulit, beauty class, tourism marketing dan ngadi salira ngadi busana.
Finalis juga mengikuti field program di salah satu desa wisata di Bantul untuk bisa terjun langsung dan berkomunikasi dengan masyarakat. Ada juga field program terlaksana lancar juga 9 September dengan tema “Selopamioro Gethuk Alot Festival 2017” dengan beragam kegiatan.
Sementara Kwintarto Heru mengatakan, tugas dari Dimas Diajeng Bantul adalah mempromosikan segala potensi wisata yang ada di kabupaten Bantul. Untuk itu pembekalan mengenai wisata mutlak diperlukan, agar mereka bisa melaksanakan tugas sebagai duta dengan sebaik-baiknya. Sehingga tujuan menciptakan wisatawan yang aman, nyaman, tuman dan datang lagi bawa teman bisa benar-benar terwujud.
“Mereka akan menjadi duta yang mempromoikan wisata. Dan kami telah melakukan review untuk masa tugas Dimas Diajeng tidak setahun seperti sebelumnya karena kami nilai terlampau pendenk. Mengingat jika dikurangi masa seleksi efektif masa tugas hanya tujuh bulan. Namun kini masa tugas menjadi dua tahun,” kata Kwintarto.
Lewat perpanjangan masa tugas itu, untuk anggaran 2018, yang seharusnya dilaksanakan proses seleksi bisa dimanfaatkan untuk program kegiatan Dimas Diajeng Bantul tersebut.
“Karena ini adalah program dinas maka kami akan support anggaran kegiatan Dimas Diajeng ini,” katanya. Diharapkan apa yang didapatkan selama mengikuti Dhimas Diajeng bisa bermanfaat bagi para peserta kelak di kemudian hari.
Salah satu finalis, Dimas Imam Riyadi, mengatakan selama rangkaian seleksi hingga menuju final banyak sekali manfaat yang dirasakan. Utamanya bertambah teman dan saudara, sehingga mereka laksana sebuah keluarga besar.
“Kita juga tambah wawasan dan pengetahuan pastinya,”katanya. (ros)

Baca Juga :  Sosok Polisi Harus Humanis