4.000 Gudeg Jogja Pecahkan MURI

214
Pemecahan rekor MURI makan 4.000 gudeg di Alun-alun Utara, Minggu (13/08/2017). (tugeg sundjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sekitar 4.000 masyarakat dari berbagai daerah menyantap gudeg Jogja secara bersamaan, Minggu (13/08/2017). Makan bersama di Alun-alun Utara dalam rangka peringatan HUT RI ke-72 tersebut tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

Gudeg dipilih sebagai makan bersama karena merupakan masakan tradisional khas Yogyakarta. Setiap masakan tradisional termasuk Gudeg berkontribusi pada ketahanan dan kemandirian pangan nasional karena dibuat dengan bahan-bahan asli lokal, serta sangat minim penggunaan bahan baku impornya.

Hal itu selaras dengan prioritas nasional yang ditetapkan pada Nawacita Presiden & Wakil Presiden RI dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang salah satunya mengedepankan “Kedaulatan Pangan”.

“Salah satu agenda prioritas nasional bidang pangan pada intinya ditempuh untuk memperkuat pilar-pilar ketahanan pangan melalui beberapa sasaran, antara lain tercapainya peningkatan ketersediaan pangan yang bersumber dari produksi dalam negeri.
Karenanya kami sebagai bumn ikut berperan serta dalam kegiatan ini,” ungkap Dirut PT Bank Negara Indonesia (BNI), Achmad Baiquni disela acara.

Baca Juga :  Rumah Batik Handel Kauman Tinggal Kenangan

Menurut Achmad, kegiatan BUMN tersebut merupakan yang ketiga di hampir seluruh propinsi di Indonesia. Program tersebut hadir sebagai upaya BUMN, termasuk BNI untuk hadir bagi negeri ini.

“Kehadiran bumn tidak hanya untuk komersial atau di pusat namun juga bagi seluruh masyarakat di indonesia,” ungkapnya.

Selain makan gudeg, dalam kesempatan tersebut juga diadakan main angklung bersama. Tema tradisional juga dimunculkan pada kegiatan Main Angklung Bersama dengan menggunakan 750 angklung. Alat musik angklung juga mewakili wujud nasionalisme yang ingin ditumbuhkan kepada segenap warga Yogyakarta dan sekitarnya.

“Kami juga membuka pasar murah. Pada kesempatan ini, BNI menyediakan 1.000 paket sembilan bahan makanan pokok (sembako). Paket ini bernilai Rp 140.000 per paket, namun dijual kepada warga yang berhak menerima manfaatnya dengan harga Rp 25.000 per paket,” jelasnya.

Baca Juga :  Literasi Informasi Berdayakan Masyarakat

Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengungkapkan kegiatan itu diharapkan menjadi salah satu upaya BUMN untuk banyak beraktivitas di tingkat daerah dan berpartisipasi secara nyata. BUMN dapat membantu daerah, tidak hanya berupa investai namun juga program layanan pada publik.

“Sehingga bumn ikut berperan dalam membangun daerah, baik dari sisi komersial, csr atau aktivitas lain secara nyata dalam memberikan fasilitas kemudahan,” imbuhnya. (Tugeg Sundjojo/yve)