4.500 Penunggak BPJS Kesehatan Beralih ke Jamkesda

713
Kantor Unit Pelayanan Terpadu Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Kebumen (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen akan melanjutkan membayar iuran 4.500 peserta BPJS Kesehatan mandiri. Keputusan untuk melanjutkan membayar iuran penunggak iuran itu dilakukan setelah mengecek statues ekonomi mereka sebagai masyarakat miskin.

“Pemkab Kebumen akan melanjutkan kepersetaan mereka sebagai peserta Jamkesda. Rencananya per 1 September 2017 ada 4.500 peserta Jamkesda yang diintegrasikan dalam program jaminan kesehatan nasional/jkn kis,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Umum dan Komunikasi Publik pada BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Wilis Harjuni, Kamis (24/8/2027).

Hingga saat ini, menurut Wilis Pemkab Kebumen telah mendaftarkan dan mengintegrasikan 23.868 peserta Jamkesda menjadi peserta program JKN/KIS. Iuran mereka dibiayai APBD Kabupaten Kebumen.

Wilis Harjuni yang didampingi Kepala Bidang Penjaminan Pemanfaatan Primer Hubertus Unggulian menambahkan, di wilayah kerja Kantor Cabang BPJS Kebumen, Pemkab Kebumen yang paling banyak mengalokasikan anggaran untuk membayar iuran peserta JKN / KIS. Disusul Kabupaten Purworejo sebanyak 13.216 orang dan Kabupaten Wonosobo 10.224 orang.

“Mereka yang akan diintegrasikan dalam program jkn/kis tercatat peserta bpjs kesehatan mandiri, tetapi menunggak iuran,“ kata Wilis Harjuni.

Berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) yang dimiliki Dinas Sosial Pemberdayaan Ibu Anak dan Pengendalian Penduduk Kebumen, mereka dikategorikan masyarakat miskin, sehingga Pemkab Kebumen melanjutkan membayar iuran kelas 3. Kewajiban mereka melunasi lebih dahulu tunggakan. Tidak ada pemutihan/ penghapusan tunggakan.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr Hj Y Rini Kristiani MKes membenarkan, Pemkab Kebumen akan melanjutkan iuran peserta BPJS Kesehatan mandiri yang menunggak iuran. Mereka menjadi peserta BPJS Kesehatan mandiri kemungkinan ketika ada keluarganya sakit namun tidak mampu membayar.

“Bukan karena itikad buruk mereka sengaja tidak membayar iuran,” ujarnya. (yve)