Mantan Sekda Purworejo Meninggal Saat Tenis

886

KORANBERNAS.ID — Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Purworejo, Drs Tri Handoyo MM, Sabtu (21/10/2017) sore meninggal secara mendadak. Dia terjatuh saat bermain tenis bersama rekan-rekannya.

Meski rekan-rekannya dengan cepat berusaha memberi pertolongan, namun maut telah menjemput saat Handoyo tiba di rumah sakit umum daerah setempat. Berita meninggalnya Handoyo sangat mengejutkan kalangan para pejabat maupun rekannya, karena sebelumnya Handoyo tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Dia nampak bugar dan bersemangat.

“Peristiwanya terjadi sekitar pukul 17.00. Semua tidak pernah menyangka hal itu terjadi. Bahkan banyak rekan, saudara maupun handai taulan tidak percaya mendengar kabar duka ini,” kata Daryanto, adik almarhum yang ditemui di rumah duka, Pakel Baru Yogyakarta, Sabtu (21/10/2017) malam.

Almarhum kemudian dibawa pulang ke rumah milik orangtuanya, Ilyas Haditomo di Pakel Baru Yogyakarta. Di rumah tersebut, ramai kerabat dan kolega yang datang. Tenda didirikan dan banyak tetangga berdatangan menyambut kedatangan jenazah yang diberangkatkan dari Purworejo sekitar pukul 21.00.

Rekan Tri Handoyo membopongnya keluar dari lapangan tenis usai terjatuh di Purworejo, Sabtu (21/10/2017). (istimewa)

Menurut Daryanto, kakaknya yang menjabat sebagai staf ahli bupati Purworejo tersebut memang mengidap penyakit jantung. Dulu pernah merasa lemas usai main tenis dan segera dilarikan ke Rumah Sakit sehingga jiwanya tertolong.

Pria kelahiran 1960 ini memang gemar berolahraga tenis. Lulusan SMP Negeri 3 Yogya dan SMA Bhineka itu, melanjutkan pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) di Semarang. Prestasinya masuk dalam 10 besar, mengantar Handoyo mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) di Jakarta.

Dalam perjalanan kariernya, Handoyo pernah menjadi Camat antara lain di Loano, Kaligesing, dan Purworejo. Pernah pula menjadi Kepala Dinas Koperasi Kabupaten, sebelum akhirnya sejak lebih dari lima tahun dia mendapat kepercayaan sebagai Sekda dan kemudian staf ahli bupati hingga akhir hidupnya.

Almarhum meninggalkan istri Ny Yun Handoyo dan anak tunggal Astrid. Setelah lulus dari UGM, Astrid sejak beberapa waktu lalu bekerja di Jakarta.

Menurut rencana, jenazah Tri Handoyo akan dimakamkan Minggu (22/10/2017) pukul 14.00 di makam Nyai Tunjung Kluthuk. Berangkat dari rumah duka, Perumahan Pakel Baru Yogya, tak jauh dari tempat peristiraharan terakhirnya. (yve)