Penggunaan Ponsel di Jalanan Kerab Jadi Target Kejahatan

232
Kedua tersangka perampasan ponsel ditangkap Senin (20/11/2017) siang di Polres Kebumen. (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Penggunaan ponsel di jalanan, selain beresiko pada keselamatan pengendara, juga rawan dengan tindak kejahatan. Buktinya, Ningrum, warga Kecamatan Kebumen, menjadi korban perampasan dua pemuda. Pelaku tertarik merampas ponsel pintar milik korban, saat sedang berkendara di jalanan.

Pelaku kejahatan ini, akhirnya berhasil diringkus anggota Reserse dan Kriminal  Polsek Kebumen dan Polsek Kutowinangun, Minggu (19/11/2017) malam. Pelaku diringkus kurang dari 2 hari setelah  melakukan kejahatan jalanan.

Korban kejahatan Ningrum (29) warga desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen, dapat bernafas lega setelah ponsel pintarnya dapat ditemukan kembali.  Korban mengalami penjambretan yang dilakukan dua remaja tidak dikenal saat perjalanan pulang ke rumahnya.

Dua pemuda yang diduga pelaku dalam kasus ini,  berinisial MH (18) dan RS (20) warga Desa Pejagatan, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen.

Baca Juga :  PGRI Tuntut GTT Ditetapkan Menjadi Tenaga  Honorer Daerah

Keduanya diamankan polisi sebelum sempat menikmati hasil rampasannya. Penyidik Polsek Kebumen sudah menetapkan kedua remaja tersebut sebagai tersangka dalam kasus itu.

Kapolsek Kebumen Iptu Mardi, membenarkan, anggotanya bersama anggota Polsek Kutowinangun  berhasil menangkap 2 orang tersangka.

“Iya, dua terduga pelaku dalam kasus itu sudah kami amankan. Barang bukti berupa ponsel pintar milik korban, juga telah kami amankan,”kata   Mardi, Senin (20/11/2017) malam.

Keduanya diamankan polisi di salah satu rumah orang tua tersangka RS pada hari Senin (20/11/2017) siang.

Berdasarkan informasi yang berhasil ditelusuri, pada saat kejadian, korban dibonceng dan memainkan ponselnya saat perjalanan pulang. Di tempat kejadian jalan Cendrawasih Kebumen, keduanya dipepet kedua tersangka, setelah itu   ponsel pintar milik korban dirampas. Saat kejadian, korban dibonceng oleh temannya Nurul (20).

Baca Juga :  Daop V Gelar Festival Durian di Tiga Stasiun

Korban berusaha mengejar tersangka, tetapi tidak berhasil. Berdasarkan ciri ciri yang diungkapkan korban, akhirnya polisi mendapatkan identitas tersangka.

“Tersangka sempat mengelak saat kami amankan, namun setelah kami geledah dan kami dapatkan barang bukti, tersangka ini mengakuinya,”kata Mardi.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman paling lama 7 tahun penjara. (SM)