Abai dengan Hipertensi, Petani Ini Tewas di Sawah

212

KORANBERNAS.ID—Penyakit darah tinggi atau hipertensi, kerap dianggap sepele. Padahal, dalam kondisi tertentu penyakit ini akan sangat berbahaya bagi penderitanya. Nasib seorang petani, Hadi Winoto alias Suwandi (60), warga RT 03/RW 01 Desa Lumpang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga bisa jadi buktinya. Pria ini ditemukan meninggal di dalam gubug di areal persawahan,yang tidak jauh dari rumahnya, Selasa malam (03/10/2017).

Tidak ada tanda-tanda penganiayaan atas kematian korban. Diduga korban meninggal karena penyakit hipertensi atau darah tinggi yang dideritanya kambuh.

“Selama ini, ayah saya memang mengidap penyakit hipertensi, dan sering mengeluh sakit kepala,”ujar Anggit (33), seorang saksi mata yang juga anak korban.

Kronologi penemuan mayat yang menggegerkan warga Desa Lumpang itu, bermula ketika pihak keluarga cemas karena Hadi Wonoto belum juga pulang hingga pukul 19.00 WIB. Sebelumnya, korban berpamitan ke sawah.

Baca Juga :  Catat, Purbalingga Bakal Punya BRT

Menurut Anggit, biasanya ayahnya itu berangkat ke sawah jam 07.00 WIB, pulang jam 12.00 WIB untuk sholat, istirahat dan makan. Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB berangkat lagi ke sawah sampai sekitar pukul 18.00 WIB.  Tapi hari itu, ditunggu hingga pukul 19.00 WIB korban belum juga pulang.

“Lalu kami mencari ke sawah, dan menemukan kondisi ayah dalam keadaan telentang di dalam gubug di tengah sawah,”ujar Anggit yang segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Karanganyar.

Kapolsek Karanganyar AKP Sayono SH bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Karanganyar segera ke lokasi kejadian. Dari hasil visum tidak diketemukan ada unsur kekerasan, dan diperkirakan sudah meninggal kira kira 2 jam sebelumnya. Korban dimakamkan di pemakaman umum Desa  Lumpang, Selasa malam (03/10/2017).(prasetiyo)

Baca Juga :  Aris Winarno Bangga Kepada Saudara Barunya “TNI”