Abu Erupsi Merapi Sampai Kebumen

234
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melihat langsung data aktivitas Gunung Merapi di Kantor BPPTKG Jalan Cendana Yogyakarta, Kamis (24/05/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Abu hasil erupsi Gunung Merapi, Kamis (24/05/2018) dini hari, sampai di Kabupaten Kebumen. Abu yang diterbangkan oleh angin itu tampak terlihat setidaknya di Kecamatan Kebumen, Alian dan beberapa Kecamatan di Kebumen sebelah timur.

Hujan abu kali ini tergolong sangat tipis dan berlangsung kurang dari tiga jam.

Keriyanto (52), warga Desa Jatimulyo Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen mengatakan, Kamis sekitar pukul 07:00 dia melihat terjadi hujan abu tipis di desanya.

Meski merasakan dan melihat ada hujan abu, Keriyanto tidak tahu asal  hujan abu. Ia baru mengetahui dari pemberitaan koranbernas.id hujan abu itu berasal dari erupsi Gunung Merapi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Muhyidin, menyatakan berdasarkan laporan yang diterima BPBD Kebumen, memang terjadi hujan abu tipis.

Belum ada laporan, hujan abu di barat Kecamatan Kebumen, seperti Kecamatan  Sruweng, Karanganyar dan Gombong. “Belum, kan  abunya tipis, sekarang sudah berhenti,“ kata  Muhyidin.

Hujan abu tipis meskipun tidak terlalu menganggu aktivitas warga yang berada di luar rumah, namun bekas-bekas hujan abu tampak terlihat.

Beberapa bagian  genteng, motor atau  mobil yang berada di luar rumah terkena abu. Akan lebih tampak jika bidang datar itu digores dengan jari  tangan, meski tidak setebal  hujan abu ketika  erupsi Merapi tahun 2010.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geoologi (BPPTKG), Dr Dra Hanik Humaida MSc mengatakan lutusan Gunung Merapi yang terjadi Kamis (24/05/2018) pukul 02:56 dari rekaman seismik tercatat amplitudo maksimum 60 mm, durasi 4 menit dan tinggi kolom atau asap letusan mencapai 6.000 meter.

Suara gemuruh terdengar dari semua pos pengamatan Gunung Merapi. Berdasarkan pantuan hingga pukul 08:00, aktivitas gunung tersebut masih pada level II atau Waspada. “Pada saat kejadian, visual CCTV pemantauan suhu kawah terhalang kabut tebal,” kata dia.

Mengacu data dari petugas Pemantau Gunung Merapi (PGM) dan BPBD Kabupaten Magelang, letusan menghasilkan hujan abu dan pasir menuju arah barat ke wilayah Tegalrandu, Sumber, Dukun, Ngadipiro, Banyubiru, Muntilan, Mungkin, Menayu, Kalibening dan Salaman.

Adapun data kegempaan hingga pukul 06:00 terjadi letusan satu kali dengan amplitudo 60 mm durasi 3,5 menit, guguran satu kali dengan amplitudo 2 mm durasi 9 detik, embusan tercatat satu kali amplitudo 3 m dan durasi 16 detik, multiphase satu kali dan amplitudo 2 mm durasi 11 detik. (sol)