ACT DIY Berangkatkan Lima Truk Angkut Logistik ke Lombok

135
ACT DIY mengirimkan logistik untuk korban gempa Lombok, Jumat (10/08/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY, Jumat (10/08/2018), mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk membantu korban gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat. Ini didasari pengalaman masyarakat DIY yang pernah mengalami getirnya musibah gempa 27 Mei 2016, 12 tahun silam.

“Masyarakat Yogyakarta tahu persis bagaimana rasanya berjuang sebagai korban dengan segala keterbatasan. Sebab itu sebagai wujud kepedulian, masyarakat Yogyakarta mendukung penuh bantuan logistik maupun dukungan moril,” ungkap Agus Budi Hariyadi, Kepala Cabang ACT DIY, di sela-sela memberangkatkan lima armada Truk Kemanusiaan yang mengangkut bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan korban gempa Lombok.

Truk Kemanusiaan berangkat dari Yogyakarta menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. “Inilah saat bagi kita untuk memberikan yang terbaik untuk Lombok, mohon doa dan dukungan dari segenap masyarakat,” kata Agus.

Pengiriman bantuan melalui jalur darat diharapkan dapat memberi pesan kebaikan kepada masyarakat Indonesia untuk lebih peduli terhadap warga Lombok yang terkena bencana. “Sebab sejatinya bangsa Indonesia adalah bangsa yang humanis, berjiwa sosial, dan menjunjung tinggi sikap saling tolong menolong,” tambahnya.

Baca Juga :  Pertambahan Penduduk Lampaui Pertumbuhan Ekonomi

Tak hanya itu, dijadwalkan bertepatan dengan HUT RI, atas sinergi TNI dan ACT, Kapal Kemanusiaan Lombok diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta membawa 1.000 ton bantuan terbaik.

ACT bersama masyarakat Indonesia sampai setidaknya tiga bulan ke depan terus berikhtiar mendampingi para korban terdampak dengan berbagai upaya penanganan darurat bencana serta pemenuhan logistik bagi para korban.

Bantuan dari berbagai arah akan dikerahkan baik lewat darat, laut maupun udara sebagai wujud kepedulian dan dukungan penuh terhadap masyarakat Lombok.

Kepala Cabang ACT DIY Agus Budi Hariyadi melepas pemberangkatan truk pengangkut bantuan ke Lombok. (istimewa)

Seperti diketahui, gempa besar diikuti ratusan gempa susulan yang mengguncang Lombok tak hanya meluluhlantakkan ribuan rumah tetapi juga membuat lebih dari 84.000 jiwa menderita.

Koordinator Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap di Lombok, Kusmayadi, Rabu (08/08/2018), melaporkan, jumlah korban tewas mencapai 381 jiwa, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka.

Jumlah korban meninggal terbanyak berasal dari wilayah Lombok Utara. “Diperkirakan jumlah ini bertambah karena proses evakuasi korban dari reruntuhan terus dilakukan, karena masih banyak daerah terisolasi akibat rusaknya akses jalan dan jembatan,” kata Kusmayadi.

Baca Juga :  Ini Cara Purbalingga Jaga Kerukunan Beragama

Rawan akan gempa susulan, ribuan warga tak bisa kembali ke rumah mereka dengan aman. Rumah mereka telah rata dengan tanah atau mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Akibatnya mereka harus menempati tenda-tenda darurat dengan sedikit perbekalan bahkan sebagian pengungsi masih dalam kondisi terluka.

Masifnya dampak gempa mengakibatkan besarnya tingkat kebutuhan akan bantuan darurat. Persediaan makanan diperkirakan menipis mengingat banyak toko dan infrastruktur yang hancur, sementara akses jalan menuju Lombok kebanyakan rusak. Belasan desa tersebar di Lombok Utara dan Lombok Timur masih ada yang belum tersentuh bantuan.

“Beberapa rumah sakit ikut terkena dampak gempa, pasien pun terpaksa dirawat di luar demi keamanan, sementara warga yang membutuhkan pelayanan medis semakin meningkat,” jelas Kusmayadi. (sol)