ACT DIY Kirim Bantuan Tahap Dua ke Lombok

210
Truk pengangkut bantuan diberangkatkan dari halaman Masjid Kampus UII Jalan Kaliurang Sleman. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Kepedulian untuk warga terdampak gempa di Lombok terus mengalir. Jumat (31/08/2018) ACT DIY memberangkatkan tujuh Truk Kemanusiaan.

Truk yang mengangkut logistik berupa bahan makanan, pakaian baru, perlengkapan sanitasi, tenda, selimut dan tempat tidur itu diberangkatkan dari Masjid Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Jalan Kaliurang Sleman.

Truk Kemanusiaan ini diperkirakan sampai di posko utama ACT di Lombok, Minggu (02/09/2018) setelah  menempuh perjalanan dengan rute Jogja, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Bali dan Pelabuhan Lembar Lombok.

Kepala Cabang ACT DIY Agus Budi Hariyadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan masyarakat DIY atas kepedulian terhadap musibah gempa Lombok.

InsyaAllah setelah bantuan logistik ini tiba di posko utama ACT di Lombok, bantuan akan segera didistribusikan, semoga bantuan kemanusiaan dari Jogja ini dapat meringankan duka saudara kita di Lombok,” ujarnya.

Pelepasan Truk Kemanusiaan ke Lombok. (istimewa)

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Fathul Wahid ST MSc Ph D yang menyampaikan, UII telah mengirimkan 35 relawan medis dan evakuasi untuk membantu Lombok.

InsyaAllah bersama ACT kali ini kami mengirimkan logistik ke Lombok, tidak hanya membantu ketika fase darurat tetapi juga fase pemulihan,” ujarnya.

Selain itu, juga akan membantu dengan membangun rumah Hunian Sementara serta masjid lokasi gempa. “Semoga dapat meringankan duka saudara kita di Lombok” tandasnya.

Sebelumnya, pada 10 Agustus 2018, ACT DIY juga mengirimkan bantuan logistik ke Lombok sebanyak lima Truk. setelah dua hari perjalanan, bantuan kemanusiaan yang tiba di Pelabuhan Lembar Lombok itu langsung mendapat sambutan hangat dari Dinas Perhubungan, TNI serta mendapat pengawalan polisi sampai posko utama ACT.

Keberhasilan pengiriman bantuan logistik ke Lombok itu berkat kepedulian bersama mitra Universitas Islam Indonesia (UII), Masjid Kampus UGM, Masjid Syuhada, Perkumpulan Penguasaha Muslim Indonesia (PPMI), Pondok Pesantren Assalam, serta masyarakat Yogyakarta secara keseluruhan.

ACT bersama masyarakat Indonesia sampai setidaknya enam bulan ke depan terus berikhtiar mendampingi para korban terdampak dengan berbagai upaya penanganan darurat, tahap pemulihan hingga tahap rekonstruksi, sampai warga terdampak benar-benar siap kembai ke rumah masing-masing.

Memasuki fase pemulihan (recovery) gempa Lombok, ACT sejak beberapa pekan lalu mulai membangun 1.000 unit Hunian Sementara (shelter) serta pengiriman bantuan logistik kebutuhan pokok. (sol)