ACT Sapa Warga Terdampak Erupsi Merapi

142
Anak-anak terdampak erupsi Gunung Merapi bersuka ria mengikuti kegiatan Humanity Foodtruck yang digelar ACT DIY bersama relawan MRI DIY, Sabtu (29/05/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Mengisi keberkahan bulan suci Ramadan 1439 Hijriyah, Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Relawan MRI DIY, Sabtu (29/05/2018), menyapa warga terdampak erupsi Gunung Merapi di Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Sleman.

Kali ini Tim ACT dan MRI DIY mengadakan kegiatan Humanity Foodtruck antara lain berupa lomba yang dikuti anak-anak TPA sekaligus distribusi paket pangan dari e-commerce blibli.com.

“Di sini sebagian besar merupakan masyarakat pra-sejahtera, banyak generasi muda yang membutuhkan bimbingan maupun pendampingan,” ungkap Andri, Ketua MRI Yogyakarta.

Penyerahan bantuan untuk warga terdampak erupsi Gunung Merapi. (istimewa)

Dia bersyukur, anak-anak di lereng Gunung Merapi kembali mempunyai harapan dan terus membangun semangat untuk menjadi anak anak yang akan membanggakan orang tua mereka.

Baca Juga :  Sleman Kabupaten Terbaik Bidang Pariwisata

“Semoga dengan adanya pendampingan secara intensif serta bantuan kemanusiaan dapat meringankan beban hidup khususnya warga Desa Hargobinangun, generasi-generasi mudanya kembali memiliki harapan baru dan terus berjuang untuk kehidupan yang lebih baik,” tambah Dani, Koordinator Lapangan.

Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem merupakan satu dari sekian desa yang disiapkan ACT untuk menampung masyarakat Merapi yang sebelumnya rumah mereka berada di dalam zona tidak aman Merapi.

Warga dengan senang hati menerima bantuan dari ACT dan MRI DIY. (istimewa)

Desa ini lebih dikenal sebagai ICS (Integrated Community Shelter), merupakan hunian tidak tetap untuk menampung sementara para pengungsi Merapi sembari menunggu hingga keadaan kondusif dan rumah mereka siap ditempati kembali, walaupun masih ada beberapa keluarga memilih tinggal di ICS.

Baca Juga :  Masalah Sampah Ibarat Bom Waktu yang Siap Meledak

Pada erupsi Gunung Merapi 2010, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tidak kurang dari 275 korban jiwa meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Pasca-erupsi yang terjadi secara beruntun beberapa hari lalu disertai hujan abu dan pasir, hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level Waspada. (sol)