Ada 214.000 Jiwa Menghuni Daerah Rawan Bencana

219
Wakil Bupati Kebumen KH Yazid Mahfufz dan Ketua DPRD Kebumen H Cipto Waluyo serta angota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kebumen memeriksa alat penyelamatan penanggulangan bencana. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Berdasarkan hasil pemetaan daerah rawan banjir dan tanah longsor yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, ada 214.000 jiwa menghuni daerah rawan bencana. Mereka tersebar di 32  kecamatan.

Menghadapi musim  penghujan, BPBD Kebumen bersama pihak terkait, siap melaksanakan tanggap darurat, jika terjadi bencana alam karena hujan.

Pelaksana Harian  Kepala  BPBD Kabupaten Kebumen Drs Eko Widiyanto kepada wartawan di sela-sela gelar kesiapan menghadapi musim penghujan  di Alun Alun Kebumen, Jumat (13/10/2017) menjelaskan, di daerah rawan banjir yang tersebar di 17 kecamatan  ada 124.000 jiwa penduduk.

Sedangkan di daerah rawan  tanah longsor yang tersebar di 15 kecamatan ada 90.000 jiwa penduduk bermukim di sana.

Daerah rawan banjir berada di dataran rendah, berdekatan  dengan  Daerah Aliran Sungai. Seperti, Kecamatan Adimulyo, Puring, Bonorowo, serta Kuwarasan.

Sedangkan daerah rawan longsor, sebagian besar berada di dataran tinggi atau pegunungan, seperti Kecamatan Karanggayam, Sempor, Sadang, serta Karangsambung.

“Awal musim hujan ada beberapa kasus tanah longsor dan banjir, tidak  ada korban jiwa meninggal,“ kata  Eko Widiyanto.

Menghadapi kemungkinan tanggap darurat, setelah terjadi bencana alam, Eko Widiyanto mengatakan, masih ada sisa  anggaran untuk  tanggap darurat  Rp 300 juta.

Pada tahun anggaran 2017,  berdasarkan Perda APBD Perubahan  Tahun Anggaran 2017, Pemkab Kebumen mengalokasikan anggaran tanggap  darurat  Rp 1,8 miiar, masih ada sisa Rp 300 juta untuk 2 bulan ke depan.

“Semoga dua bulan ke depan tidak ada bencana, jika ada sisa diembalikan ke kas daerah,“ kata Eko Widiyanto.

Wakil Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz kepada wartawan usai memimpin gelar kesiapan musim penghujan dan penanggulangan bencana alam  mengatakan, semua pihak yang bertanggung jawab terhadap penanggulangan bencana  alam sudah siap.

Pemkab Kebumen pada tahun anggaran 2018, merencanakan  mengalokasikan  anggaran Rp 2,8 miliar untuk kegiatan tanggap  darurat.

Setelah  melihat kesiapan  sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta peralatan penanggulangan  bencana banjir, tanah  longsor dan puting beliung, Yazid Mahfudz yang didampingi Ketua   DPRD Kabupaten  Kebumen H Cipto Waluyo, Kapolres  Kebumen AKBP  Titi Hastuti merasa yakin penanggulangan bencana alam   sudah siap.

Gelar  kesiapan yang diikuti 850 personel pendukung kegiatan  tanggap darurat, ditunjukan kesiapan peralatan  pencarian  dan pertolongan, sarana evakuasi korban, hingga dapur umum, dalam  masa tanggap darurat.

Sebagian peserta   gelar  disuguhi nasi  bungkus khas ransum  korban bencana alam. (sol)