Ada Fashion Show Kostum Sampah di Acara FKH

985
Sekda Jaka Sawaldi (kaos hijau kanan) foto bersama peserta lomba fashion show kostum daur ulang sampah. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Festival Kota Hijau (FKH) Kabupaten Klaten 2017 dilaksanakan di Hutan Kota Gergunung Kecamatan Utara, Jumat (20/10/2017).

Acara yang dihadiri sekitar 300 orang itu ditandai kegiatan jalan sehat, fashion show kostum sampah daur ulang dan pameran.

Ketua penyelenggara FKH 2017 Wahyu Haryadi menjelaskan festival kota hijau merupakan yang pertama di Kabupaten Klaten.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menginginkan Kabupaten Klaten menjadi kota ramah lingkungan dengan menggugah kesadaran masyarakat akan arti penting lingkungan.

Kesadaran terhadap lingkungan didorong agar ke depan Klaten menjadi kota hijau melalui kegiatan penaman pohon, pembuatan taman kota dan lain sebagainya.

Rangkaian kegiatan FKH, ujar Kabid Ekonomi Bappeda itu, telah dilaksanakan di antaranya lomba poster hijau, foto selfie di taman kota dan membuat kampung hijau.

Baca Juga :  Ibadah Haji Banyak Godaannya

“Nantinya di masing-masing desa akan dibuatkan kampung percontohan. Dan pada 2018 Pemkab men-support pembuatan pengolahan sampah sistem 3R di setiap kecamatan,” ujarnya.

Kota hijau merupakan kota terencana dengan baik dan bercirikan ramah lingkungan yang secara efektif mampu memanfaatkan sumber daya perkotaan untuk mampu berkelanjutan, berkualitas dan daya dukung.

Kabupaten Klaten ingin mewujudkan 8 atribut kota hijau. Atribut itu meliputi perencanaan dan perancangan kota ramah lingkungan, ketersediaan ruang terbuka hijau, konsumsi energi yang efisien, pengelolaan air yang efektif.

Selain itu, juga pengelolaan sampah ramah lingkungan, bangunan hijau, sistem transportasi berkelanjutan dan peningkatan peran masyarakat sebagai komunitas hijau.

Sekda Klaten Jaka Sawaldi mewakili Plt Bupati Sri Mulyani mengemukakan kota hijau tidak cukup hanya regulasi saja tetapi juga peran serta masyarakat. Rasa kepedulian yang tinggi harus ditanamkan di semua lapisan masyarakat. (sol)

Baca Juga :  Warga 112 Desa Sepakat Tak Lagi BAB Sembarangan