Ada Juru Bisik di Pameran Seni Rupa Perspektif

129
Salah satu karya anggota Perspektif yang dipamerkan di Museum Sonobudoyo Jalan Pangurakan 6 Yogyakarta, 8-12 Agustus 2018. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Kelompok Seni Rupa Perspektif yang seluruh anggotanya difabel, kembali menggelar pameran. Ini merupakan pameran ke sembilan sejak Perspektif didirikan Oktober 2014 di Yogyakarta.

Pameran bertajuk Eksplorasi Titik, Membangun Percaya Diri dengan Seni Rupa itu berlangsung di Museum Sonobudoyo Jalan Pangurakan 6 Yogyakarta, 8-12 Agustus 2018, pukul 08:00 hingga 19:00.

Pameran tersebut dibuka Rabu (08/08/2018) sore, oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X serta dimeriahkan Musik Angklung Difabel Tuli Siswa SLB Karnnamanohara Yogyakarta.

Ketua Perspektif, Harta Nining, Kamis (09/08/2018), menyampaikan Pameran Inklusif dan Aksesibel ini bisa disaksikan dan dinikmati oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas. Bagi difabel tuli, misalnya, disediakan penerjemah bahasa isyarat.

Sedangkan bagi difabel netra disediakan juru bisik dan keterangan untuk setiap karya dalam huruf Braille. Mereka juga bisa meraba untuk memahami setiap karya.

Baca Juga :  Awas Ada Papan Antisusila di Winulang

Bagi Perspektif, penguatan rasa percaya diri menguasai media seni rupa adalah dengan tahap penguasaan elemen seni rupa yang paling dasar, yaitu titik. Di sinilah titik digunakan sebagai metode membangun percaya diri bagi difabel melalui karya seni.

Mengapa titik? “Karena setiap anak bisa menguasai titik menggunakan anggota bagian tubuh manapun dengan bahan apapun yang mudah didapat di sekitar kehidupan mereka,” ungkap Harta Nining.

Anggota Perspektif adalah anak-anak dengan beragam jenis disabilitas. Ada difabel tuli, difabel daksa, difabel intelektual dan down syndrome.

Perupa peserta pameran kali ini sebanyak 18 orang dengan rentang usia mulai dari empat tahun hingga 23 tahun, ada yang belum bersekolah hingga mahasiswa.

Mereka adalah Angger Gagat Raino, Suryo Putro Legowo, Hepi Nafisa Mukholifah, Muhammad Haidar Arifin, Muhammad Haikal Aririn, Laksmayshita Khanza Larasati Carita, Syifa Maulida Basuki, Abiel Surya Darma, Ainunnisa Pramasti, Nahya Azura Rasendrya.

Baca Juga :  Jalur Semarang-Solo Macet Total

Kemudian, Nadya Annisa Raharja, Muhammad Khoirul Fahmmi, Nathan Trysthan Purwadi, Evangeline Lindu Purwadi, Marthea Lintang Joy Adwedaputri, Muhammad Irsyad Hadyan, Indira Larasati serta Kidung Sarira Ayu. Adapun kurator pameran Grace Samboh.

Menurut Harta Nining, Kelompok Perspektif bukanlah sebuah sanggar atau organisasi seni rupa. Kelompok ini lebih merupakan keluarga besar yang bersekutu memberi kesempatan bagi anak-anak difabel melalui kegiatan seni rupa dan membangun kesetaraan dalam hidup.

Sedangkan kepengurusan Perspektif dilakukan tim inti, core team, berasal dari beragam latar belakang seniman,  pegiat HAM dan jurnalis, yang bersedia mendedikasikan pikiran, waktu, tenaga dan gagasan untuk bersama dengan difabel melakukan kegiatan seni rupa. (sol)