Ada Keanehan Anggaran Pemeliharaan Pasar

179

KORANBERNAS.ID — Sikap tegas Kepala Bagian Pembangunan Setda Klaten, Sigit Gatot Budiyanto SE MM, menghentikan pelaksanaan proyek pemeliharaan Pasar Klaten harus diapresiasi. Sebab proyek tersebut terindikasi bermasalah.

Selain itu, juga dimaksudkan agar PPKom (Pejabat Pembuat Komitmen) lebih profesional dan bekerja sesuai aturan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Sejumlah anggota Komisi II DPRD Klaten yang notabene mitra kerja Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM heran mengapa Pemkab Klaten bisa mengalokasikan anggaran untuk bangunan yang masih menjadi tanggung jawab investor PT Inti Griya Semarang.

Lho ini ada yang aneh. Kok bisa pemkab mengalokasikan anggarannya. Padahal bangunan itu masih tanggung jawabnya investor,” ujar beberapa anggota Komisi II DPRD Klaten, Kamis (02/11/2017).

Baca Juga :  Satgas Saber Pungli Sleman Menata Personelnya

Para wakil rakyat itu mengatakan mereka mendapat informasi dua versi dari Dinas Pemgelolaan Keuangan terkait status bangunan Pasar Klaten dan Matahari Plasa. Adapun versi itu yakni masa pengelolaan bangunan oleh investor pada 2018 dan 2023.

Informasi di lapangan, pasca dihentikannya proyek pemeliharaan Pasar Klaten membuat para pekerja ikut menghilang. Jika selama ini pekerja dari Purwodadi itu tidur di lantai 3 Pasar Klaten tapi sejak dihentikan Selasa kemarin mereka tidak diketahui pindah ke mana.

Menurut beberapa pedagang, sebelum dihentikan para pekerja menggarap proyek membersihkan saluran keliling Pasar Klaten pada malam hari.

Sejak distop, beberapa saluran di areal parkir yang sudah telanjur dibongkar ditutup kembali. Sedangkan saluran besar tetap dibiarkan terbuka. (sol)

Baca Juga :  Menikmati Angkringan di Hotel Berbintang