Ada Kios Misterius di Pasar Jeblok

272
Pasar Jeblok di Desa Jeblok Kecamatan Karanganom Klaten. Di pasar ini masih ada kios yang tersisa dan tidak diketahui pemiliknya. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID – Pasar Jeblok Klaten telah selesai dibangun akhir 2017 dan pedagang sudah menempati pasar yang dibangun dengan anggaran Rp 3,9 miliar itu. Pasca ditempatinya pasar tersebut kini muncul masalah lain. Ada kios misterius, dalam tanda kutip, yang tidak diketahui siapa pemiliknya.

Tidak hanya pada rusaknya sejumlah fasilitas dan kualitas bangunan tetapi juga penempatan pedagang. Ditemui di Pasar Jeblok, Jumat (02/02/2018), para pedagang menginformasikan masih ada sisa kios dibangun.

“Kalau tidak salah ada 37 kios yang dibangun di sini. Padahal jumlah pedagang kios lama hanya 31 orang. Sisanya siapa yang punya tidak tahu,” kata pedagang yang minta dirahasiakan identitasnya.

Selain sisa kios yang kelebihan, dia juga mempertanyakan atap pasar dekat los bagian depan dan belakang yang tidak ada. Akibatnya, jika hujan turun pedagang yang berjualan di los bagian ujung kehujanan. Persis di tempat berjualan tidak ada atapnya.

Baca Juga :  Empat Pejabat Sleman Dipensiun

Di tempat terpisah, Kepala Pasar atau Lurah Pasar Jeblok, Gino, menyatakan benar ada kelebihan kios dalam pembangunan kemarin. Namun sisa kios tersebut hingga kini tidak ada pemiliknya. “Benar ada 37 kios yang dibangun dan jumlah pedagang kios lama 31 orang,” jelasnya.

Dia menceritakan, saat sosialisasi rencana pembangunan pasar jeblok pada 2017, Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM merencanakan membangun kios lebih di Pasar Jeblok.

Kelebihan kios itu kelak untuk sebagai kompensasi keluarga Danan dan keluarga Sri Kandeg, pemilik dua bangunan di atas saluran di depan pasar jika mau dipindah.

Namun dalam perkembangannya, hanya keluarga Sri Kandeg saja yang mau membongkar bangunan di depan pasar dan menerima kompensasi dua kios.

Baca Juga :  “Mother Dance”, Ajak Anda Masuk dalam “Ruang Kuburan”

Sedangkan keluarga Danan menolak pindah dan tetap bersikukuh tinggal di bangunan di atas saluran. Akibatnya dia tidak menerima kompensasi karena menuntut enam kios di Pasar Jeblok.

Saat ini ada tiga kios yang tersisa di Pasar Jeblok. Dan sisa kios itu belum ada pemiliknya. Namun santer berkembang kabar, satu kios buat pos kesehatan dan diminta pejabat dinas terkait.

Kepala UPTD Pasar wilayah Jatinom Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM, Triyanto, mengatakan memang ada usulan satu dari tiga kios yang tersisa untuk pos kesehatan namun tidak jadi.

Pengamatan di lapangan, meski pedagang telah menempati Pasar Jeblok pada 18 Januari 2018 namun masih banyak pedagang yang belum berjualan. Berbeda halnya dengan pedagang yang sudah efektif berjualan di tempatnya masing-masing. (sol)