Terdengar Ledakan Kecil di Tengah Kobaran Api

221
Puing-puing bangunan Pasar Wonokriyo yang hangus pascaterbakar. Kamis (07/09/2017) pagi. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pasar Wonokriyo di Kota Gombong Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, Kamis (07/09/2017) dini hari  terbakar. Api menghanguskan puluhan  los  pakaian  dan warung makan  yang berada di tengah pasar terbesar  di Kota Gombong itu.  Pasar yang dibangun tahun 1995 oleh investor swasta ini  diduga terbakar karena hubungan  arus pendek listrik, yang terjadi di los pakaian.

Saksi  mata Hadi Sutrisno,  petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) Pasar  Wonokriyo, kepada koranbernas.id mengatakan, dirinya  mengetahui ada kobaran api di pasar itu sekitar pukul 03:.00. Dia langsung  menghubungi petugas pemadam kebakaran  yang berpangkalan di  Kantor  Kecamatan  Gombong, sekitar 1 km dari pasar. Pemadaman  bisa berjalan cepat, meskipun  api sempat membubung  belasan meter.

“Di sana ada los pakaian  dan warung makan,“  kata Hadi Sutrisno. Terjadi beberapa ledakan kecil di tengah kobaran api, menurut  Hadi Sutrisno, bersumber tabung elpiji di beberapa warung  makan  di tempat itu. Pemilik tidak sempat menyelamatkan  barang barangnya, termasuk tabung gas.

Baca Juga :  Peserta Temu Haji Muhammadiyah Galang Dana untuk Lombok

Pemadaman api  di areal  seluas hampir  1  hektar, berjalan kurang dari tiga jam. Selain   dari Satpol PP  Kebumen, mobil  pemadam kebakaran  datang dari Satpol PP  Purworejo. Namun ketika  mobil pemadam  kebakaran dari Purworejo  tiba di tempat kejadian pukul 07:00 api sudah padam.  Petugas melakukan pendinginan  pasca-pemadaman api.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti yang dikonfirmasi koranbernas.id di tempat kejadian  menjelaskan,  olah  tempat kejadian baru  dilakukan setelah api benar-benar padam  dan lokasi kejadian sudah dingin.

Dugaan sementara, sumber api  dari hubungan  arus pendek listrik  di los  pakaian. “Pakaian mudah terbakar,“  kata Titi Hastuti.

Upaya pengamanan  dilakukan, di antaranya pengamanan barang  dagangan  di pasar itu, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

Anggota DPRD Kebumen dari  Fraksi Partai Demokrat, Joko Budi Sulistyo SH,  di tempat kejadian sempat meminta Polres Kebumen agar  dilakukan penanganan barang-barang di toko, ruko dan kios yang tidak terbakar.

Hal ini untuk menghindari  penjarahan barang-barang. Untuk sementara tidak diperbolehkan ada orang  mengambil barang-barang, kecuali setelah jelas pemiliknya.

Baca Juga :  Longsor Merapi Memakan Enam Korban

Bupati Kebumen HM Yahya Fuad di tempat  kejadian kepada koranbernas.id menjelaskan, taksiran kerugian bangunan akibat kebakaran di sebagian bangunan pasar  mencapai  Rp 10 miliar. Kerugian semakin besar, karena barang-barang milik pedagang yang berada di lokasi kebakaran, tidak bisa diselamatkan.

Pemkab Kebumen berupaya segera  melakukan pembangunan kembali pasar itu.  Kendala yang ada, pasar yang dibangun PT Karsa Bayu  Bangun Sentosa  tahun  1995 itu, masa kontrak kerjasamanya,  bangun,  operasional dan transfer atau alih kelola baru berakhir tahun  2025.

Pemkab Kebumen akan meminta informasi Pemkab  Purworejo yang mengalami hal  yang sama, ketika Pasar  Baledono terbakar beberapa tahun yang lalu.

“Kami akan ke Purworejo, pasar di sana sempat terbengkalai setelah terbakar, karena ada  kontrak  kerja sama,“  kata HM Yahya Fuad.

Dengan belajar dari  Pemkab   Purworejo diharapkan pembangunan Pasar  Wonokriyo bisa dilakukan secepatnya, dengan  tidak melanggar peraturan perundangan dan kontrak  kerja sama (nanang w hartono)