Ada Lomba Tawaf Berhadiah Nasi Kebuli

192
Jamaah Ar Rahmah dhahar  kembul nasi kebuli. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Ustad Muhsin Kalida bersama Jamaah Ar Rahmah menyelenggarakan Lomba Tawaf Sunnah. Selain untuk menyemangati para jamaah beribadah di Tanah Suci Mekkah, hal itu juga untuk memperingati HUT RI.

Pemenangnya adalah semua yang melaksanakan tawaf. Sedangkan hadiahnya berupa dhahar kembul nasi kebuli ala Arab. “Semua berdoa untuk NKRI, bersatu, aman, sejahtera, makmur, baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur,” kata Muhsin Kalida, Senin (13/08/2018).

Menjelang puncak haji, para jamaah juga berdoa untuk korban gempa Lombok, agar segera dapat diatasi dan pulih kembali seperti sedia kala.

Sedangkan jamaah yang merasa lelah mengaji Al Quran di masjid dan hotel sekaligus mujahadah membaca dzikir bersama.

Dilakukan pula uji mandiri dengan cara pulang ke hotel dari Masjidil Haram sendiri-sendiri, namun dipantau dengan grup WA, sehingga tetap mengetahui di mana posisi mereka berada.

Jamaah mengikuti mujahadah di hotel. (istimewa)

Hal ini dilakukan karena Bus Salawat akan berhenti beroperasi  H-3 sebelum fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) atau  tanggal 16 Agustus 2018 (5 Dzulhijjah) sebelum dzuhur  sampai 25 Agustus 2018 (14 Dzulhijjah).

Bus salawat (salat lima waktu) merupakan modal transportasi primadona bagi jamaah haji Indonesia. Bus yang melayani 12 rute secara cuma-cuma ini merupakan tumpuan jamaah untuk ke Masjidil Haram menunaikan salat.

Jumlah bus yang cukup banyak, membuat waktu tunggu di tiap halte relatif singkat hanya lima menit.

Bagi jamaah yang  ingin beribadah di Masjidil Haram, tansportasi harus usaha angkutan seperti halnya dengan taksi,  tetapi harus membayar sendiri.

Namun diingatkan juga agar waktu 2-3 hari tersebut digunakan untuk konsentrasi persiapan pelaksanaan puncak hají, fase Armuzna (Arafah Muzdalifah Mina) agar kesehatan fisik dan metal merasa fit. (sol)