Ada Pameran Mata Uang Kuno di Museum Perjuangan

315
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Purwadi dan Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Dra Zaimul Azzah M Hum bersama tamu undangan memainkan othok-othok pada pembukaan Museum Perjuangan Expo 2018, Rabu (02/05/2018). (dwi suyono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Selama lima hari Rabu hingga Minggu (02-06/05/2018), Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menyelenggarakan Museum Perjuangan Expo 2018.

Pameran bertema Indonesia Adalah Kita yang berlangsung di Museum Perjuangan Yogyakarta Jalan Kolonel Sugiyono 24 kali ini diikuti peserta Usaha Kecil dan Menengah (UKM), komunitas kesenian serta komunitas museum.

Kegiatan pameran yang dibuka pukul 08:00 sampai 17:00 dan khusus hari Sabtu buka sampai pukul 21:00 itu, selain dimeriahkan pentas kesenian, juga dilengkapi pameran pendukung yaitu Pameran Temporer Melihat Indonesia melalui Mata Uang.

Sejumlah koleksi mata uang kuno terdiri dari mata uang sejak masa sebelum penjajahan sampai munculnya uang Rupiah, berikut sejarahnya diperlihatkan ke publik.

Baca Juga :  Sejumlah Tokoh Berpengaruh Hadir di Jogja

Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Dra Zaimul Azzah M Hum mengatakan, Museum Perjuangan Expo 2018 digerlar agar masyarakat selalu mengingat bangunan Museum Perjuangan tersebut.

Museum ini terkait dengan organisasi Budi Utomo sebagai aktor tonggak sejarah kebangkitan nasional Indonesia. “Perlu ada kegiatan khusus yang berlangsung di museum ini,” ujarnya.

Kebetulan pada bulan Mei ini ada dua hari besar yaitu Hari Pendidikan Nasional 2 Mei dan 20 Mei hari Kebangkitan Nasional.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Purwadi dan Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Dra Zaimul Azzah M Hum, memasuki lokasi pameran dikawal bregada. (dwi suyono/koranbernas.id)

Pembukaan Museum Perjuangan Expo 2018 dilakukan oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Purwadi, diawali dengan Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang melibatkan petugas upacara para pelajar dari SMAN 7 Yogyakarta sebagai pengibar bendera dan paduan suara.

Baca Juga :  Buka Malam, Pengunjung Banjiri Pasar Beringharjo

Heroe Purwadi dalam sambutannya mengatakan, pameran ini merupakan salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk refleksi.

“Buka kembali sejarah melalui pameran ini guna menemukan inspirasi dan semangat untuk berjuang, memberikan yang terbaik dari diri kita bagi bangsa, negara serta lingkungan di sekitar kita,” kata dia.

Zaimul Azzah menambahkan, Museum Perjuangan Yogyakarta, kemudian menjadi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Unit II, dulunya dibangun atas ide dan gagasan Sri Sultan HB  IX untuk memperingati 50 tahun berdirinya Budi Utomo.

Jadi, kata dia, museum tersebut sangat erat kaitannya dengan sejarah organisasi modern pertama di Indonesia. (sol)