Ada Pedagang yang Mulai Nakal

199
Tim Balai POM DIY sidak di Pasar Argosari Wonosari. (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Ramadan kurang beberapa hari, namun di Gunungkidul sudah ada oknum pedagang  mulai berulah nakal. Terbukti, makanan tidak layak konsumsi ditemukan di Pasar Argosari Wonosari, saat pemantauan menjelang bulan puasa.

Selain makanan berbahaya sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan menjelang puasa. Pengawas Farmasi Makanan BP POM DIY, Rosi Hertati, mengatakan dari 18 sampel makanan yang diambil dari para pedagang Pasar Argosari ditemukan tiga makanan mengandung bahan berbahaya Rodamin B.

Makanan itu di antaranya lanting merah, rengginan  dan kerupuk sermier. “Tiga makanan yang mengandung rodamin B atau pewarna tekstil di antaranya lanting merah, rengginan ada warna merahnya, dan kerupuk sermier warna merah,” katanya di Pasar Argosari, pekan lalu.

Dia menjelaskan, makanan yang mengandung rodamin B jika dikonsumsi terus menuerus dan terakumulasi bisa menumbuhkan penyakit kanker.

Pihaknya sudah terus melakukan sosialisasi ke masyarakat dan produsen makanan untuk tidak menggunakan bahan berbahaya sebagai pewarna makanan. Produsen bisa memilih pewarna makanan yang banyak ditemukan di pasaran.

Baca Juga :  Ini Kelebihan Kayu Oak di Mata Perajin Topeng

Dia mengakui cukup sulit membedakan bahan makanan yang menggunakan Rodamin B atau pewarna makanan, karena harus diperiksa laboratorium. Pihaknya menghimbau masyarakat untuk waspada.

“Badan POM memberikan pemahaman kepada masyarakat, jadi masyarakat sendiri yang bisa memilih makanan yang aman,” tuturnya.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Sugeng Purwanto, mengatakan pihaknya melakukan monitoring harga dan ekspektasi pasar menjelang puasa.

“Di Pasar Argosari secara umum kondisi harga kebutuhan pokok bisa dikatakan stabil, hanya daging ayam ada kenaikan, tetapi bisa dikatakan kenaikannya wajar,” katanya.

Sejumlah bahan kebutuhan pokok seperti Beras Premium harganya tetap Rp 12.000, bawang merah Rp 28.000 tidak ada kenaikan dari minggu lalu.

Baca Juga :  Indahnya Puncak Tanggulangsi

Daging sapi kualitas 1 tetap Rp 120.000. Untuk daging ayam dari Rp 33.000 minggu lalu mengalami kenaikan Rp 35.000. Cabai rawit merah turun dari Rp 24.000 menjadi Rp 20.000.

Menurut dia, dari informasi yang diperoleh di lapangan kenaikan harga biasanya terjadi beberapa hari menjelang lebaran. Adapun kenaikan kebutuhan pokok karena didatangkan dari luar daerah, seperti sayuran dari Magelang, ikan air tawar dari Wonogiri, untuk ikan laut berasal dari sejumlah daerah di Jawa Tengah.

“Kenapa bukan dari Gunungkidul karena belum memasuki masa panen, untuk ikan laut karena belum maksimal pemanfaatannya,” ujarnya.

Sugeng berharap masyarakat tidak melakukan aksi beli atau memborong kebutuhan pokok saat menjelang puasa, dan saat menjelang lebaran.

Masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah menjamin pasokan di pasaran. “Jangan sampai  panic buying, karena itu merugikan, tidak perlu khawatir,”pintanya. (sol)