Ada Pemeringkatan Bela Negara di Semua PT, Seperti Apa ?

354
Narasumber menyampaikan paparan terkait SKBNI 2017 di UPN 'Veteran' Yogyakarta, Jumat (22/09/2017). (tugeg sundjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Banyak kampus yang mengklaim punya program bela negara. Namun sejauh mana kampus-kampus tersebut secara nyata melaksanakan kebijakan tersebut, hingga saat ini belum ada tolok ukurnya.

Karenanya UPN ‘Veteran’ Yogyakarta mencoba menggagas program Sinergi Kampus Bela Negara Indonesia (SKBNI) 2017. Progmam tersebut dimaksudkan untuk mengimplementasikan nilai-nilai bela negara di lingkungan kampus, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.

Hal itu penting agar bela negara tidak hanya semangat di atas kertas. Dengan demikian kebijakan revolusi mental dan wawasan kebangsaan dapat terimplementasi dengan maksimal di tingkat masyarakat.

“Kami ingin mengajak seluruh lembaga pendidikan tinggi di Indonesia untuk bersama-sama melakukan refleksi pengembangan dan implementasi nilai-nilai bela negara melalui program ini,” kata Ketua Dewan Juri SKBNI 2017 Danisworo di kampus UPN ‘Veteran’ Yogyakarta Condong Catur, Jumat (22/09/2017).

Baca Juga :  Budaya Baca Buku Mulai Ditinggalkan

Menurut Danisworo, SKBNI dikembangkan dengan metode pengisian kuisioner online di laman http://belanegara.upnyk.ac.id/. Setiap perguruan tinggi (PT) bisa mengisi kuisoner sesuai dengan kondisi di masing-masing kampus.

Dari pengumpulan data tersebut, dewan juri akan melakukan pemerinngkatan berdasarkan indikator, bobot, dan nilai yang ditentukan. Tim penilai SKBNI 2017 terdiri dari Kementerian Pertahanan (Kemhan), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), akademisi, wartawan, dan tokoh masyarakat.

“Pemeringkatan ini diharapkan dapat menjadi referensi banyak pihak untuk melaksanakan program bela negara lebih optimal,” tandas Guru Besar UPN ‘Veteran’ Yogyakarta tersebut.

Sementara Rektor UPN Veteran Yogyakarta Sari Bahagiarti mengungkapkan, program bela negara perlu ditanamkan dan dikembangkan di seluruh PT di Indonesia. Dengan demikian pemahaman cinta tanah air, pembelaan, dan pengawalan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta pembangunan nasional oleh masyarakat terdidik akan semakin meningkat.

Baca Juga :  Permintaan Darah di Sleman Capai Ribuan Kantong

“Keberadaan lembaga pendidikan tinggi di Indonesia diharapkan mampu menjadi Kawah Candradimuka bagi calon-calon intelektual, generasi penerus berkualitas, dan pemimpin bangsa yang sanggup menjadi penangkal segala bentuk ancaman. Karenanya program bela negara penting diajarkan pada mahasiswa,” ungkapnya.

Ditambahkan Kepala Bidang Bela Negara UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, Bambang Wicaksono, kampus tersebut membuka kesempatan seluruh PT untuk terlibat dalam program SKBNI 2017. Tidak hanya universitas namun juga institut, sekolah tinggi, politeknik, akademi, dan vokasi.

“Pemeringkatan kampus bela negara dilaksanakan secara nasional sebagai salah satu tolok ukur implementasi bela negara di lingkungan akademisi. Hasil pemeringkatan SKBNI 2017 akan diumumkan pada 19 Desember bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara,” imbuhnya.(yve)