Ada Rumor Masuk PHL Pakai Uang Pelicin

249
Para PHL saat aksi unjuk rasa  di DPRD Bantul beberapa hari lalu terkait pemecatan mereka. Kini muncul rumor, masuk PHL ada yang membayar puluhan juta. (dok koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 329 Pekerja Harian Lepas (PHL) di semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) jajaran Pemkab Bantul menyisakan rumor terkait ‘uang pelicin’ untuk bisa menjadi tenaga PHL.

Kabar pertama muncul saat ada audiensi antara pengunjuk rasa dengan DPRD Bantul beberapa hari lalu. Di sana salah seorang PHL yang terkena PHK mengatakan ketika masuk sebagai PHL ada yang membayar Rp 50 juta namun ternyata ikut di PHK juga.

Berbekal informasi tersebut  koranbernas.id  melakukan investigasi dan pengumpulan data ke lapangan. Diperoleh informasi, uang puluhan juta itu mengalir ke oknum anggota dewan sehingga orang tersebut anaknya bisa menjadi PHL di salah satu dinas.

Namun betapa kecewanya, baru bekerja sekitar 1,5 tahun anaknya ikut dalam gelombang PHK massal. “Mestinya yang membawa itu  ya tanggung jawab. Pas saya tanya kenapa anak saya di PHK, jawabannya “wis tenang wae gampang”. Lha gampang apa maksudnya? Anak saya sekarang saya suruh di rumah bekerja seadanya,” kata pria  paruh baya yang tinggal di kasawan selatan Bantul, Sabtu (13/01/2018) siang.

Baca Juga :  Pelajar ASEAN Memahami Batik

Pria  yang bekerja sebagai buruh tersebut mengaku sangat kaget dengan putusan PHK terhadap anaknya. Terlebih saat mendaftar dan memberikan besel tersebut harus utang kemana-mana demi anaknya. Termasuk jualan kambing dan ayam.

“Buat orang kecil seperti saya, uang 10 juta itu berat, apalagi jumlah yang lebih besar. Tapi karena buat nuruti, terpaksa saya utang-utang sampai jual apa yang saya punya seperti kambing dan ayam. Tapi kok begini?” katanya.

Menurut dia, waktu itu yang mendaftar beratus-ratus orang, sementara yang diterima cuma puluhan orang. Jadi kalau tidak besel dia khawatir anaknya tidak katut dalam perekrutan PHL. Apalagi memang oknum anggota dewan itu juga mengatakan ada besel agar anaknya bisa diterima sebagai PHL di Pemkab Bantul.

Baca Juga :  TMMD Hemat Biaya Rp 61,5 Juta

“Alam sekarang kalau tidak pakai embel-embel, kesepak-sepak,” lanjutnya.

Karena dirinya merasa sudah mengeluarkan uang banyak, maka pria ini pun berusaha menemui anggota dewan dimaksud. Tetapi sungguh jawabnya tidak masuk akal, karena anaknya disuruh tetap masuk kantor seperti biasa.

Lha anak saya sudah diberhentikan kok malah disuruh masuk kerja saja. Apa tidak malu? Malah seperti orang stres. Saya suruh aja anak saya ngarit  dan macul  seperti dulu,” katanya lemah. Kalaupun sekarang ada pendaftaran lagi, dirinya mengaku tidak sanggup kalau harus besel lagi seperti dulu. “Wis saya tidak sanggup kalau harus seperti dulu,” katanya.

Dirinya berharap, agar anak lelakinya itu bisa kembali bekerja sebagai PHL tanpa dimintai embel-embel.  (sol)