Ada THL di Pasar Klaten, Benarkah ?

438
Pasar Puluhwatu di Desa Demak Ijo Kecamatan Karangnongko Klaten. Di pasar itu masih ada THL yang bekerja sebagai petugas pemungut retribusi dan lain sebagainya. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Kabupaten Klaten membantah adanya tarif saat pengangkatan tenaga harian lepas (THL) pada Januari 2018 lalu. Sebaliknya, bilamana itu terjadi dimungkinkan ulah oknum yang ingin meraup keuntungan pribadi.

“Dinas tidak ada tarif atau pungutan untuk tenaga THL. Mungkin itu ulah oknum yang bisa seorang PNS atau non PNS. Bilamana benar terjadi dan oknumnya seorang PNS pasti akan ditindak dan diberi sanksi sebagaimana diatur dalam PP (Peraturan Pemerintah),” kata Hery Susilo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) pengadaan THL Disdagkop UKM Klaten, Kamis (22/02/2018).

Didampingi Plt Kasi Sarpras Didik Sudiarto, Hery menjelasksn bahwa pengangkatan THL pada bulan Januari lalu telah dilakukan sesuai prosedur dan kebutuhan.

Baca Juga :  Tempat Ibadah Jangan Jadi Ajang Kampanye

Oleh karena itu tegas dia, bilamana ada oknum yamg berani meminta sejumlah uang kepada THL karena merasa telah memperjuangkan maka diminta untuk tidak menyerahkan. “Apalagi sampai mencatut-catut nama orang lain,” ujar Hery yang juga Plt Kabid Pasar dan Kepala UPTD Pasar Wilayah Jogonalan itu.

Seperti diberitakan Senin (19/02/2018), beberapa THL menceritakan jika pengangkatan mereka pada Januari lalu ada yang menggunakan biaya antara Rp 30 juta hingga Rp 35 juta. Mereka yang diangkat itu ada yang dari tenaga magang yang telah memiliki pengalaman kerja di pasar dan ada juga orang baru.

Bagi THL yang tidak membayar khawatir jika kontrak kerjanya diputus di masa-masa mendatang. Kekhawatiran itu semakin memuncak manakala ada oknum yang menagih melalui telepon maupun mendatangi langsung rumah THL dengan sedikit ancaman. (yve)

Baca Juga :  Taekwondo UAD Dulang Prestasi Nasional