Agar Lebih Layak, Penderita Sakit Jiwa Dibuatkan Panti

340
Bupati Kebumen HM Yahya Fuad bersama dinas terkait berada di tengah-tengah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di rumah Marsiyo. Nampak ODGJ berkepala gundul. (Nanang W Hartono/KoranBernas.id)

KORANBERNAS.ID — Setelah berpuluh tahun rumah penampungan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Rumah Marsiyo (80) kurang mendapat perhatian dari pemangku kepentingan di Kabupaten Kebumen, pada Kamis (5/10) siang, perhatian yang dinantikan akhirnya muncul. Bupati Kebumen HM Yahya Fuad dan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait mengunjungi rumah yang menampung lebih dari 50 penderita psikotik yang terletak di Desa Winong, Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen.
Yahya Fuad sempat melihat dan berdialog satu-persatu dengan ODGJ atau psikotik yang sebagian besar hidup dipasung. Sebagian besar ODGJ yang ditemui Yahya Fuad masih bisa menyebutkan nama diri, alamat rumah dan kapan mulai menghuni rumah Marsiyo.
Entah benar atau tidak jawaban spontan mereka, namun hal itu cukup mengherankan bagi mereka yang dianggap tidak waras. Ada ODGJ yang mengaku mengamuk di rumah mereka, sehingga keluarganya membawa ke rumah Marsiyo.
Setelah melihat kondisi yang tidak layak dan sekaligus tidak sehat, Yahya Fuad kepada KoranBernas.id, di sela-sela kunjungan mengatakan, Pemkab Kebumen berencana mendirikan tempat perawatan ODGJ, sehingga bisa memperbaiki kejiwaan mereka, bukan sebaliknya memperburuk kondisi para psikotik.
Bupati memaklumi ODGJ yang hidup di rumah Mbah Marsiyo hidup tidak layak, tidak sehat karena keterbatasan tempat. Ke depan Pemkab Kebumen merencanakan membangun panti untuk perawatan ODGJ, sehingga mendapat perawatan yang bisa memperbaiki kejiwaan mereka.
“Uangnya ada, cuma ada payung hukumnya atau tidak (untuk) digunakan keperluan ini? Itu yang sedang kita upayakan,“ sebut Yahya Fuad.
Komitmen Pemkab Kebumen membangun panti yang menggunakan gedung bekas Rumah Sakit dr Soedirman Kebumen di Kelurahan Panjer, diharapkan mendapat dukungan DPRD Kebumen.
Pemkab optimis jika DPRD Kebumen melihat langsung kondisi rumah penampungan ODGJ akan mendukung rencana Pemkab Kebumen membangun panti.
Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Perlindungan Ibu Anak dan Keluarga Berencana Kebumen dr A Dwi Budi Satrio MKes menyatakan siap merintis pendirian panti dengan memanfaatkan gedung bekas RSDS Kebumen.
Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengelola panti, kata Dwi Budi, sementara ini bisa didukung dari pengelola kesehatan jiwa di puskesmas-puskesmas pengelola kesehatan jiwa. Dalam waktu dekat, diharapkan ada penyerahan aset gedung itu kepada dinas yang dipimpinnya.
“Ada keluarga mereka yang sengaja membuang seumur hidup, dengan membawa ke rumah Mbah Marsiyo,“ kata Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr Hj Y Rini Kristiani MKes.
Hal yang menyulitkan, sebagian besar penghuni rumah Marsiyo, bukan penduduk Kabupaten Kebumen. Berdasarkan data dari Keluarga Marsiyo, dari 50 an orang ODGJ, hanya 12 orang ODGJ penduduk Kebumen, selebihnya penduduk kabupaten tetangga. (ros)

Baca Juga :  Densus Tangkap Terduga Teroris di Alian