Agar Pelajaran Menarik, Guru Harus Kreatif dan Menyenangkan

66
Suasana pelatihan untuk guru, yang diselenggarakan BCA di Gunungkidul, Sabtu (22/09/2019). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Guru kelas maupun mata pelajaran di Kabupaten Gunungkidul diharapkan bisa kreatif dan inovatif dalam mengajar sesuai dengan perkembangan siswa saat ini. Guru juga diharapkan mampu meningkatkan wawasannya agar dapat menghasilkan siswa cerdas dan berprestasi.

“Pendidikan saat ini semakin berkembang dan berbeda dengan kondisi 5 sampai 10 tahun lalu. Sehingga penting memberi wawasan kepada para guru kelas ataupun guru mata pelajaran yang menjadi binaan sesuai dengan kebutuhan siswa zaman now. Kami berharap pelatihan ini bisa menjawab semua tantangan guru masa kini,” ungkap Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Inge Kusumawati didampingi KCU Yogyakarta Saswito di sela pelatihan bagi 100 guru SMP dan SMA di Kabupaten Gunungkidul bertajuk “Pengembangan Keterampilan Abad 21 Melalui Budaya Inkuiri”, Sabtu (22/09/2018).

Inge menjelaskan pengembangan sumber daya manusia kepada murid dan guru menjadi salah satu perhatian perseroan. Serangkaian pelatihan guna meningkatkan soft skill para guru diharapkan mampu menunjang prestasi dan kualitas sekolah binaan selama ini.

Baca Juga :  GMCO Siapkan Sepuluh Repertoar

Selain di Gunungkidul, pembinaan serupa dilakukan di Serang (Propinsi Banten) dan Tanggamus Propinsi Lampung.

“Total ada 17 sekolah mulai dari SD-SMA. Kami juga memberi pelatihan serupa namun bukan menjadi sekolah binaan, di 7 kota di Indonesia Timur. Rinciannya lima kota di Papua, lalu di Kupang dan Mataram. Pelatihan semacam ini merupakan permintaan para kepala sekolah dan selalu disesuikan dengan kondisi daerah masing-masing,”papar Inge.

Inge menambahkan pelatihan dibimbing oleh trainer yang sudah ahli di bidangnya dan terus dilakukan evaluasi. Karena itu, para guru diharapkan bisa mengajar dengan cara menyenangkan dan peserta didik bisa mendapatkan wawasan baru.

“Kami berharap nanti prestasi anak bisa meningkat. Tingkat kelulusan anak lebih baik. Lulusan yang berkualitas pasti membutuhkan peran pengajar yang baik juga. Ini yang menjadi fokus kami di luar bantuan fisik atau material lainnya,” pungkas Inge.

Vice President Corporate Social Responsibility BCA Rizali Zakaria menambahkan, evaluasi selama ini menunjukkan pelatihan yang diharapkan mampu menunjang prestasi akademik sekolah binaan.

Baca Juga :  Masih Transaksi Pakai Uang Tunai? Tak Perlu Khawatir

Misalnya SMA di Gadingrejo dan Karangmojo menjadi sekolah unggulan dan paling diminati masyarakat di Kabupaten Gunungkidul. Padahal, sudah bertahun-tahun sekolah ini bukan menjadi pilihan karena memiliki keterbatasan.

Bahkan, saat ini lulusan setiap angkatan bisa 100 persen dan siswa banyak yang lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Sekolah binaan di Tanggamus juga menunjukkan hal serupa. Ini menjadi salah satu indikator keberhasilan. Setiap pelatihan, fasilitator akan melihat langsung sejauh mana hasil pelatihan diterapkan dan menunjang kemampuan para guru. Para guru juga mengakui pelatihan yang diberikan mampu menambah wawasan,” imbuhnya.

Rizal menambahkan pelatihan ini membekali kompetensi guru yang disebut “4C” yaitu collaboration, creativity and innovation, communication and information serta critical thinking and problem solving. Kompetisi “4C” ini dianggap tepat untuk memperkuat modal sosial dan modal intelektual. (*/SM)