Air Irigasi dari Waduk Wadaslintang Berkurang

Petani Berjuang Pertahankan Tanaman Padi yang Mulai Berbunga

115
Petani memompa air tanah untuk mengairi tanaman padi, Kamis (31/5/2018). (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Petani penggarap sawah berpengairan teknis di Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen terpaksa memanfaatkan air tanah untuk mempertahankan tanaman padinya.

Ini dilakukan karena air irigasi yang bersumber dari Waduk Wadaslintang mulai berkurang sehingga tidak sampai ke persawahan mereka hampir 15 hari terakhir ini.

Mereka memompa air tanah, agar tanaman padi yang mulai berbunga bisa bertahan hidup. Petani memompa air tanah setiap hari agar persawahan mereka tidak kering.

Beberapa hektar tanaman padi terlihat mengering terancam puso, karena pemiliknya tidak mampu memompa air, karena ketiadaan biaya untuk membeli pompa air dan bahan bakar minyak jenis  Pertalite atau Pertamax.

Sebagian  tanaman padi terancam puso karena kekeringan. (nanang wh/koranbernas.id)

Sumarno (37), petani warga Desa Bocor kepada koranbernas.id,  Kamis (31/05/2018) mengungkapkan, musim tanam padi kali ini, paling sulit bagi petani untuk memperoleh air irigasi.

Baca Juga :  Pelajar ASEAN Memahami Batik

Dia menggarap enam bidang sawah yang terpencar dan hampir   tiap hari memompa air tanah. Inilah satu satunya cara agar tanaman padi   bertahan hidup. “Di sini kedalaman airnya bisa 10 meter,“ kata Sumarno.

Upaya yang sama dilakukan Samino (55). Usai memompa air tanah, pertani warga Desa Waluyo ini mengungkapkan, baru saja memompa untuk menaikkan air tanah untuk mengairi sawah   berpengairan teknis seluas 350 meter persegi atau 25 ubin.

Biaya yang dikeluarkan tiap hari bisa Rp 15.000 hanya untuk membeli Pertalite atau Pertamax. “Tadi bawa satu jerigen, tinggal sedikit,“ kata Samino sambil menunjukkan jerigen plastik dua literan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kebumen Puji Rahayu menyatakan benar permasalahan yang sedang dihadapi petani penggarap sawah berpengairan teknis di daerah itu.

Baca Juga :  Bantuan Mengalir, Dua Jasad Ditemukan

Sawah berpengairan teknis di daerah paling hilir memang dalam 10 hari terakhir ini tidak menerima pasokan air irigasi. Petani mengupayakan air dengan biaya sendiri, dengan cara memompa. “Jumlah pompa air di sana sudah  cukup,“ kata  Puji Rahayu. (sol)