Air Jadi Daya Pikat Wisata

39
Workshop investasi dan peluang usaha industri pariwisata Desa Nglinggi. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Desa Nglinggi Kecamatan Klaten Selatan memiliki potensi yang bisa dikembangkan untuk kemajuan desa dan kesejahteraan warga. Potensi itu meliputi pertanian, pariwisata, pendidikan dan home industry.

Dari sekian potensi itu, salah satu sektor yang mendesak dibangun dan dikembangkan adalah industri pariwisata. Karenanya, Pemerintah Desa (Pemdes) Nglinggi menggandeng sejumlah pihak untuk merealisasikan rencana tersebut.

Dirut Taman Wisata Owa Bong Purbalingga, Hartono dan Prof Suratman MSc dari Fakultas Geografi UGM adalah pihak yang digandeng Pemdes Nglinggi untuk mewujudkan pembangungan dan pengembangan pariwisata di Desa Nglinggi.

Saat tampil sebagai pembicara pada workshop investasi dan peluang usaha industri pariwisata di Desa Nglinggi, Kamis (27/09/2018), Hartono mengajak warga dan Pemdes Nglinggi membangun daerah tujuan wisata berkelas.

“Di Jawa Tengah ada empat daerah tujuan wisata yang telah ditetapkan tahun ini. Yaitu Borobudur, Dieng, Sangiran dan Karimunjawa. Kelima di Desa Nglinggi. Sanggup apa tidak?” tanya Hartono kepada ratusan warga yang memenuhi aula Kantor Kepala Desa Nglinggi.

Menanggapi tantangan itu, peserta lokakarya menjawab sanggup. Apalagi di wilayah Desa Nglinggi sudah ada potensi air yang bisa dikembangkan untuk sektor wisata seperti Owa Bong.

Baca Juga :  Pengelolaan Keuangan Pemkab Sleman Semakin Bagus

Hartono menceritakan dirinya ditunjuk Bupati Purbalingga untuk mengembangkan obyek wisata Owa Bong yang berdiri tahun 2005.

Pada 2017 dirinya kembali ditunjuk untuk mengembangkan obyek wisata itu disertai dengan terobosan yang bisa mendongkrak jumlah pengunjung dan menambah karyawan.

“Sejak 2005 hingga 2018 atau selama 13 tahun jumlah pengunjung Owa Bong ditargetkan 1 juta per tahun. Kenyataannya yang berkunjung setiap tahun ada 15 juta orang. Dampaknya sektor ekonomi meningkat, hotel bertambah, pusat oleh-oleh bertambah,” jelasnya.

Menurut dia, obyek wisata air memiliki daya pikat tersendiri dan berbeda dengan wisata bangunan seperti museum. Perbedaannya, obyek wisata air digemari oleh semua kalangan dari anak-anak hingga orang tua maka wisata gedung umumnya digemari kalangan tertentu.

Karena itu, dia mengimbau warga Desa Nglinggi menjadikan air sebagai daya pikat wisata. Sebab ketika orang telah terpikat pasti akan datang dengan membawa uang. Dan uang itu menjadi bagian rezeki.

Baca Juga :  Target Bulan Dana PMI 2018 Sebesar Rp 1 Miliar

“Yang penting konsep 4F di sektor wisata harus diterapkan yakni fun, food, fashion dan family shelter seperti tempat istirahat, penginapan, hotel, home stay,” jelas Hartono.

Di mata dunia, pariwisata Indonesia identik Bali. Pada 2010, Presiden Joko Widodo menunjuk 10 daerah tujuan wisata atau “Bali Baru” di antaranya Danau Toba, Pulau Seribu, Tanjung Layang, Tanjung Lesung, Borobudur, Bromo, Mandalika, Wakatobi dan Labuhan Bajo.

Penunjukan daerah tujuan wisata itu dibarengi dengan pembangunan infrastruktur pendukung seperti  bandara dan pelabuhan.

Prof Suratman MSc mengatakan potensi yang bisa digali dari Desa Nglinggi adalah berbatasan dengan Kota Klaten, alam kampung, air dan sawah, budaya sumber daya manusia kreatif, posisi strategis berada di jalur wisata Deles dan inovasi desa digital.

Sedangkan konsep Desa Nglinggi sebagai desa wisata milenial super global harus memiliki prukades, inovasi revolusi industri 4.0, obyek alam kultural dan IT, memiliki lembaga ekonomi kreatif desa dan memiliki market branding, promosi dan networking. (sol)